Sosok di Balik Loreng Letu Putu Darma: Danramil Gaul Buleleng yang Bikin Penasaran!
Dian Suryantini• Selasa, 20 Mei 2025 | 03:09 WIB
Letnan Satu (Letu) Putu Darma
BALIEXPRESS.ID - Siapa bilang seragam loreng selalu identik dengan sosok yang kaku dan berjarak? Di Kabupaten Buleleng, khususnya di Desa Banjar, nama Letnan Satu (Letu) Putu Darma justru menjadi antitesisnya! Meski menyandang jabatan penting di militer, perwira TNI AD ini lebih dikenal sebagai sosok yang sederhana, ramah, dan mudah bergaul layaknya teman sendiri. Ia bukan tipe pemimpin yang hanya bisa ditemui di balik meja kerjanya.
Justru sebaliknya, ada "agenda rahasia" Letu Darma di luar jam dinas! Ia selalu menyempatkan diri untuk "nongkrong" santai bersama masyarakat.
Entah itu di warung kopi sederhana, di tengah ramainya balai banjar, atau saat membaur dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Kehangatan dan keramahannya membuat banyak orang penasaran: bagaimana mungkin seorang perwira militer bisa begitu dekat dengan rakyatnya?
Awal kariernya sebagai Perwira Seksi Intelijen (Pasi Intel) di Kodim 1609/Buleleng ternyata menjadi kunci terbentuknya jiwa kepemimpinan dan ketajamannya dalam membaca situasi.
Di posisi yang menuntut kecermatan ini, Letu Darma banyak belajar tentang pengumpulan informasi, pemetaan sosial, hingga membangun jaringan koordinasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Namun, satu hal yang tak pernah pudar sejak dulu adalah keinginannya untuk selalu dekat dengan "akar rumput".
Kini, kepercayaan yang lebih besar diemban di pundaknya sebagai Danramil Kubutambahan.
Jabatan ini tentu membawa tanggung jawab yang lebih kompleks, namun "DNA" kepemimpinan Letu Darma tetaplah sama. Ia tetap memilih untuk "turun gunung", tidak segan terjun langsung ke lapangan, bahkan dalam kegiatan gotong royong yang mungkin dianggap remeh oleh sebagian orang.
"Kalau cuma duduk di kantor, kita nggak akan tahu kondisi nyata di lapangan. Kita harus turun, ngobrol, dengar keluhan mereka," celetuknya suatu kali sambil tertawa ringan, menunjukkan gaya kepemimpinannya yang jauh dari kesan formal.
Letu Darma memiliki keyakinan yang kuat bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya bisa diwujudkan dengan aturan dan kekuatan semata, melainkan juga melalui pendekatan yang humanis dan persuasif.
Latar belakang militernya yang disiplin ternyata tidak membuatnya menjadi sosok yang kaku.
Justru, keakrabannya inilah yang menjadi "senjata rahasia"-nya, membuatnya lebih mudah diterima oleh seluruh lapisan masyarakat, dari generasi muda yang penuh semangat hingga para sesepuh yang bijaksana.
Apa sebenarnya yang membuat Letu Putu Darma begitu dicintai masyarakat Buleleng?
Bagaimana ia menyeimbangkan ketegasan militer dengan kehangatan seorang sahabat? Kisah Danramil "gaul" ini menyimpan banyak kejutan yang patut untuk dikulik lebih dalam! ***