Dari Mikrofon Radio ke GOW Karangasem: Jejak Perjalanan Ny. Anggreni Pandu Lagosa
I Wayan Adi Prabawa• Jumat, 30 Mei 2025 | 14:06 WIB
Ny Anggreni Pandu Lagosa
BALIEXPRESS.ID - Usai dilantik sebagai Ketua Umum Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Karangasem periode 2025-2030, Anggreni Pandu Lagosa, yang juga seorang ASN di Biro Hukum Setda Provinsi Bali, langsung tancap gas dengan visi yang jelas: mengatasi permasalahan sampah berbasis sumber.
Baginya, ini bukan sekadar program, melainkan urgensi yang harus segera direspons.
"Kami ingin membantu pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Mungkin dalam waktu dekat kami akan bergerak untuk melakukan bersih-bersih sampah di beberapa tempat,” ujarnya, menunjukkan komitmen nyata.
Di usia 45 tahun, perempuan asal Desa Pidpid, Kecamatan Abang, Karangasem ini memegang teguh prinsip bahwa berorganisasi bagi perempuan bukan tentang gaya atau kemewahan.
Melainkan, tentang kontribusi nyata untuk membantu program pemerintah dan menyelesaikan masalah masyarakat. Sebuah pandangan yang patut diacungi jempol di tengah hiruk pikuk tren.
Mantan Jurnalis Radio yang Kini Mengabdi untuk Masyarakat
Namun, ada satu fakta menarik yang membuat profilnya semakin memikat: Ny. Anggreni adalah seorang mantan jurnalis radio.
Ia malang melintang di dunia jurnalisme sejak 2002 hingga 2010, membangun interaksi intens dengan banyak orang.
Pengalaman ini tentu menjadi bekal berharga dalam kepemimpinannya di GOW.
Keputusannya meninggalkan dunia jurnalistik untuk menjadi ASN di Bagian Hukum Setda Provinsi Bali adalah demi memenuhi harapan orang tua.
Meski mengakui lebih menikmati profesi jurnalis, ia bersyukur atas pelajaran berharga yang didapat dari setiap perjalanan.
"Belajar bermasyarakat. Belajar ber-empati dengan lingkungan sekitarnya. Belajar karakter berbagai orang. Belajar norma, kebiasaan. Ilmu sosial kemasyarakatan yang otodidak dari berbagai unsur yang susah dicari. Jadi seperti kata suami, belajar langsung di lapangan itu lebih mahal," pungkasnya.
Kisah Ny. Anggreni Pandu Lagosa adalah cerminan dedikasi, adaptasi, dan semangat pengabdian.
Dari ruang siaran hingga kursi kepemimpinan GOW, ia membuktikan bahwa perempuan mampu membawa perubahan signifikan.
Kira-kira, gebrakan apa lagi yang akan ia lakukan di Karangasem? ***