Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Profil Ajik Perak, Teman Seperjuangan Petruk yang Turut Undur Diri dari PKB 2025

I Dewa Gede Rastana • Senin, 9 Juni 2025 | 20:34 WIB
Ajik Perak atau Sang Ketut Arsa
Ajik Perak atau Sang Ketut Arsa

BALIEXPRESS.ID – Sosok Perak atau Ajik Perak sudah tak asing lagi di dunia seni pertunjukan tradisional Bali. 

Pria bernama asli Sang Ketut Arsa ini merupakan tokoh ikonik dalam pementasan drama gong yang mulai dikenal sejak era 1980-an.

Lahir di Banjar Teruna, Desa Taman Bali, Bangli, pada 27 Agustus 1957, Sang Ketut Arsa telah menekuni dunia kesenian sejak usia muda. Ia mulai aktif berkesenian sejak tahun 1970, dan pada 1980 mulai dikenal luas dengan nama panggung “Ajik Perak”.

Hampir setengah abad lamanya, Ajik Perak konsisten mempersembahkan seni drama gong di berbagai panggung, tidak hanya di Bali, tetapi juga hingga luar Pulau Dewata, seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, hingga Lampung.

“Saya ini seniman otodidak. Tidak menempuh pendidikan formal di bidang seni, tapi saya belajar dari pengalaman dan semangat,” ujar Ajik Perak saat ditemui belum lama ini.

Nama Ajik Perak semakin bersinar setelah sukses meraih Juara I Umum dalam Lomba Drama Gong Bali tahun 1983. Sejak saat itu, ia kerap wara-wiri mengisi panggung hiburan rakyat, baik di desa-desa maupun dalam event seni budaya di tingkat nasional.

Di balik perjalanan panjangnya sebagai seniman, ia tak menampik adanya suka dan duka. “Dukanya ya saat pementasan batal mendadak. Tapi sukanya, ketika pesan-pesan dalam pementasan bisa diterima oleh penonton, itu jadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” ujarnya.

Yang membuatnya semakin bangga sebagai seniman Bali, kata dia, adalah ketika melihat generasi muda yang bangga menggunakan bahasa daerah dalam keseharian. “Itu tanda bahwa seni dan budaya kita masih hidup,” tambahnya.

Kini, di usianya yang tak lagi muda, Ajik Perak tetap aktif dan terus menginspirasi, menjadi salah satu penopang eksistensi seni drama gong yang kian langka di tengah arus modernisasi.

 

Namun untuk menghormati rekannya sesama pelawak, Petruk, sebagai ikon yang tulus berkesenian mengharumkan seni drama gong, Ajik Perak undur diri dari garapan Paguyuban Peduli Seni Drama Gong Lawas di bawah naungan Yayasan Bali Murda Citta serangkaian PKB 2025. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#petruk #Undur Diri #perak #drama Gong #pkb #pelawak