Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Heroik Nelayan Jembrana Temukan Korban Kapal Tenggelam di Selat Bali, Pelukan Seorang Anak Bikin Haru

I Gde Riantory Warmadewa • Rabu, 9 Juli 2025 | 13:39 WIB
Lukman Hakim dan Santoso, dua nelayan Banjar Pebuahan berhasil menyelamatkan belasan penumpang KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali.
Lukman Hakim dan Santoso, dua nelayan Banjar Pebuahan berhasil menyelamatkan belasan penumpang KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali.

BALIEXPRESS.ID – Di balik duka tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, terselip kisah heroik yang patut diapresiasi.

Para nelayan dari Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, menjadi pahlawan.

Mereka mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan para korban di tengah ganasnya ombak dan gelombang tinggi.

Salah satunya Lukman Hakim, nelayan 45 tahun yang pagi itu berangkat melaut seperti biasa pada Kamis (3/7/2025).

Tak ada firasat apa pun saat ia menurunkan jangkar di jarak 2 kilometer dari bibir pantai, sekitar pukul 04.00 Wita.

Namun, tiba-tiba ia mendengar suara samar orang minta tolong dari arah laut.

“Saya sempat ragu, antara nyata atau hanya perasaan saja,” ujar Lukman, Selasa (8/7).

Keyakinannya muncul setelah rekan sesama nelayan, Santoso, menghampiri dan memberi tahu bahwa ia baru saja menyelamatkan seorang korban kapal tenggelam.

Saat itulah Lukman langsung menyusuri laut, mengikuti arah suara yang sempat ia dengar sebelumnya.

Meski sempat ragu karena ombak besar dan arus kuat, tekad untuk menolong mengalahkan rasa takut.

“Saya telusuri arah gelombang, sampai jukung saya hampir terbalik. Akhirnya saya temukan satu korban yang masih hidup pakai pelampung,” ucapnya dengan suara berat.

Tak berhenti di situ, Lukman melanjutkan penyisiran. Ia menemukan satu korban meninggal dunia, namun memilih mendahulukan korban selamat.

Ia kembali mencari suara-suara lain dan menemukan dua korban lagi, salah satunya sudah tak bernyawa.

“Setelah itu saya balik ke jenazah pertama, tapi sudah tidak ada. Mungkin terbawa arus karena jarak pandang terbatas. Akhirnya saya berhasil evakuasi tiga korban selamat dan satu meninggal ke pantai,” jelasnya.

Salah satu momen paling menyentuh terjadi saat ia menyadari bahwa seorang korban selamat, pemuda sekitar 25 tahun, terus memeluk erat jenazah pria paruh baya. Ternyata, itu adalah ayah kandungnya.

“Dia bilang, ‘jangan sampai ayah saya hilang.’ Meski sudah meninggal, tetap dia bawa sampai ke darat. Saya sangat terharu mendengarnya,” kenang Lukman.

Sementara itu, Santoso juga menunjukkan aksi penyelamatan luar biasa. Ia menemukan satu liferaft yang membawa 12 orang selamat.

Meski dihantam gelombang, ia nekat menarik perahu karet itu hingga ke Pantai Pebuahan.

“Kami tidak sempat pikir panjang. Yang penting selamatkan dulu,” ujar Santoso.

Dari tiga liferaft yang ditemukan para nelayan, hanya satu yang berisi korban selamat. Sisanya kosong.

Salah satu penumpang liferaft bahkan sudah dalam kondisi sangat lemah.

“Kami ini cuma nelayan biasa. Tapi kalau ada orang di laut minta tolong, tak mungkin kami tinggal diam,” pungkasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#selat bali #KMP Tunu Pratama Jaya #kapal tenggelam #jembrana