Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Doni Ardita, Peternak Asal Perean Kangin Tabanan yang Sapinya Dua Kali Dibeli Presiden Prabowo

IGA Kusuma Yoni • Selasa, 19 Mei 2026 | 06:58 WIB
 I Wayan Doni Ardita 36, peternak asal Banjar Anyar, Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti menunjukan sapinya yang dibeli oleh Presiden RI. (Ist)
I Wayan Doni Ardita 36, peternak asal Banjar Anyar, Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti menunjukan sapinya yang dibeli oleh Presiden RI. (Ist)

BALIEXPRESS.ID- I Wayan Doni Ardita 36, peternak asal Banjar Anyar, Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti, Tabanan, kembali ketiban rezeki.

Sapi peliharaannya dibeli oleh Presiden Prabowo Subianto untuk dijadikan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 2026.

Doni Ardita menyebutkan pembeli sapi oleh Presiden Prabowo Subianto kali ini, merupakan yang kedua kalinya.

Baca Juga: Cuaca Buruk Terjang Tabanan: Bangunan Pura Beji Pekiyisan Roboh dan Longsor

Sebelumnya pada perayaan Idul Adha tahun 2025 sapi miliknya juga dibeli oleh Prabowo.

“Ini merupakan yang kedua kalinya bagi saya mendapat kepercayaan untuk menjual sapi dari Bapak Presiden Indonesia,” jelasnya Senin (18/5/2026).

Doni menceritakan, sapi yang dibeli oleh Prabowo merupakan sapi jantan dengan bobot 474 kilogram. Sapi itu dibeli dengan harga Rp60 juta.

Baca Juga: Bupati Kembang Ajak Pensiunan Tetap Berkarya demi Kemajuan Jembrana

Sapi ini rencananya disumbangkan ke Masjid Nurul Falah di Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, untuk disebarkan lagi ke umat Islam di Tabanan.

Untuk pemilihan sapi kepresidenan ini, diakui Doni melalui proses seleksi yang sangat ketat, baik dari Dinas Pertanian Provinsi Bali dan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan. Proses seleksi dilakukan sejak bulan lalu.

Baca Juga: InJourney Hadirkan Layanan Plastic Surgery Dunia di KEK Sanur

Proses seleksi dimulai dari melakukan pemeriksaan sapi secara menyeluruh mulai dari pemeriksaan fisik, vaksinasi yang sudah diberikan ke sapi hingga kebersihan kandang, untuk mematikan sapi tersebut layak secara fisik maupun kesehatan.

“Pengecekan sudah dilakukan sekitar sebulan lalu. Mulai dari kesehatan, bobot, hingga kualitas daging diperiksa langsung di kandang. Termasuk apa ada cacat atau tidak," lanjutnya.

Doni menegaskan, bobot atau ukuran besar bukan menjadi satu-satunya faktor penentu dalam seleksi ini.

Kualitas daging juga menjadi indikator penting yang sangat diperhatikan oleh tim penguji di lapangan, karena kalaupun bobot sapi memenuhi syarat, namun jika kualitas daging yang dihasilkan tidak bagus, maka sapi tetap tidak akan dibeli oleh tim yang datang.

Lantas bagaimana kiat Doni untuk menjaga kualitas daging?

Doni menyebutkan bahwa pihaknya sejak awal memang sengaja menyiapkan sapinya untuk diseleksi oleh tim dinas Pertanian.

Salah satu cara yang dilakukannya adalah dalam memberikan perawatan ekstra mulai dari pakan konsentrat berkualitas.

“Selain itu, saya juga rutin memberikan suntikan vitamin setiap bulan agar pertumbuhan sapi tetap optimal. Dan proses ini tetap dilakukan sampai nanti sapi siap dikirim pada waktunya,” ungkapnya.

Bagi Doni, hasil ternaknya menjadi pilihan presiden menjadi kebanggan tersendiri sejak bergulat sebagai peternak sapi mulai 2014.

Pada 2025 lalu, ia juga sukses menjual dua ekor sapi kepada pihak istana dengan total transaksi mencapai Rp85 juta.

Harapannya, untuk kedepannya, sapi yang dipeliharanya di peternakannya bisa kembali dipilih pada momen Idul Adha mendatang, karena menurutnya ini menjadi salah satu kebanggannya.

“Mudah-mudahan ke depan bisa kembali diberi kesempatan dengan bobot sapi yang lebih besar,” ujarnya. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#Prabowo #idul adha #peternak #tabanan