Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cuek Komentar Miring, DJ Fanny Setia Dengan Funkot

I Putu Suyatra • Sabtu, 19 Agustus 2017 | 17:58 WIB
Photo
Photo

BALI EXPRESS, KUTA - Satu lagi sosok wanita cantik penyuka genre musik fanky house atau yang lebih fenomenal di kenal dengan nama fankot adalah Fanny Damayanti. Fanny yang akrab disapa ini merupakan salah satu female disc jockey (DJ) yang pamornya kian moncer di panggung hiburan malam.


Menggeluti dunia entertainment sejak tahun 2011, Fanny kerap tampil di berbagai tempat sambil menyuguhkan musik fankot. Namun jangan salah, perempuan berpostur tubuh tinggi ini hebat dengan beragam genre musik Elektronik Dance Musik (EDM). 
Pemilik nama lengkap Fanny Damayanti tersebut mengaku, dari banyaknya jenis musik elektro, dirinya lebih tertarik untuk memainkan musik funkot dibanding genre lain. Alasanya karena dirinya sudah keseringan dan terbiasa memainkan genre tersebut. Hingga pada akhirnya, Fanny pun jatuh hati juga dengan aliran musik fankot.


“Seharusnya kalau menjadi seorang DJ itu mampu dan bisa menguasai semua genre. Ngga memilih apa kesukaan kita, tapi kesukaan sama permintaan tamu. mungkin selama saya kerja, saat mulai beprofesi sebagai DJ sejak tahun 2011 dulu, saya sering mainnya genre fungkot. Jadi feel-nya sih lebih ke fungkot,” ceritanya kepapa koran Bali Express (Jawa Pos Group). 
Berkat keistimewaannya itu, wanita kelahiran Singaraja 23 Januari 1986 yang juga punya nama beken, female DJ Fanny Wong tersebut kebanjiran job manggung dari panggung ke panggung. Bersama genre musik fankot, Fanny sering melanglang buana kebeberapa kota sebagai guest star female DJ tuk menghibur para party people. Musik fankot ternyata masih banyak penggemarnya. Bahkan mampu mematahkan komentar-komentar miring dari sebagain masyarakat tentang kualitas musik fankot . Kalau tempat hiburan di Bali, hampir semuanya sudah dia sambangi. Berbagai event pun sering. Dan itu dengan genre yang beragam. “Kan kita sesuaikan  dengan permintaan club atau yang ngadain acara. Tapi dengan genre musik fankot, saya sudah tampil di berbagai kota loh. Seperti di Lombok, Malang, dan paling jauh di Probolinggo. Jadi jangan salah dengan musik fankot,” tuturnya sambil tersenyum.
“Saya cuek saja dengan komentar miring soal musik fankot. Yang pasti selama masih ada permintaan undangan untuk main fungkot berarti peminat nya masih banyak. kalau saya dengar semua komentar miring kapan majunya. Keunikan musik fangkot disisi lain karena tidak semua DJ bisa memainkan genre ini. Karena begini ya, kalau di awal memang belajar fangkot, setelah itu mau ambil genre apa saja pasti mudah. Tapi kalau DJ yang genre-nya EDM dan sebagainya, tidak semua bisa memainkan fangkot,” lanjut Fanny.
Keseriusannya melakoni profesi sebagai female DJ ini memang sudah sejak lama. Apalagi sudah menjadi bagian dari hobinya. Bahkan, hingga kini ia masih aktif manggung di beberapa club di sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga. Ya perempuan berusia 31 tahun ini sudah memiliki 3 buah hati dan sekarang sedang mengandung anak ke-4 nya. Walau begitu, dirinya masiht tetap merasa nyaman dengan pekerjaannya. “Kalau keluarga selalu mendukung ya, selama profesi yang saya jalani tidak mengganggu waktu bersama keluarga dan selalu positif. Semua diatur dan dijalani sesuai jamnya. Kalau show kan selalu malam, jadi kalau pagi, saya bereskan semua keperluan di rumah, malam setelah anak-anak tidur saya tinggal sebentar buat show,” ujarnya. 
Fanny pun tidak menapik, kalau kehadiran female DJ di club malam kerap diganggu kaum adam. Akan tetapi, sikap profesionalnya terhadap profesi yang ia lakoni tetap dijaga. “ Ya sering diganggu sering banget. saya menanggapi dengan wajar saja, karena sudah salah satu resiko di dalam pekerjaan. Tapi saya tetap bersikap profesional. Dan cara mengatasinya ya, kita berikan mereka penjelasan supaya tidak berlebihan. Bilang saja kalau saya sudah menikah. salah satu nya seperti itu,” tuturnya sambil tersenyum. Karena baginya, seorang DJ itu tidak hanya mengadalkan fisik dan paras yang cantik saja, tetapi skill yang lebih diutamakan. Terlebih attitude yang lebih penting ya. Berpenampilan menarik hanya nilai plus atau pemanis saja. “Apalagi sekarang yang saya lihat sudah makin banyak female DJ. Tentu senang melihat perkembangan itu. Karena banyak anak muda yang minat dan ingin belajar menjadi DJ, tapi semoga semua dipelajari dan ditekuni dengan baik, jangan hanya untuk gaya-gayaan saja. Karena kebanyakan sekarang seperti itu,” tutupnya. 

Editor : I Putu Suyatra