BALI EXPRESS, KUTA - Event fashion show yang kerap digelar di salah satu pusat tempat hiburan ternama dan terlengkap di kawasan Legian-Kuta, Bali, Vi Ai Pi Restauran, Lounge & Club, berlangsung begitu meriah. Moment liburan diakhir pekan pun mewarnai kecerian para pengunjung yang datang lewat pesona keindahan model, bentuk, dan warna dari salah satu kerajinan lokal yang ada di Bali, yaitu kebaya.
Dengan desain menarik, kebaya yang dikenakan para model dari Yongki Model Management (YMM) ini memberi nuansa pembeda di tengah kebersamaan para wisatawan yang datang mencicipi menu makanan di area restaurant Vi Ai Pi, Sabtu malam lalu (2/9).
Bagaimana tidak fashion kebaya yang diperlihatkan kepada pengunjung, terlihat tetap elegan walau didesain dengan gaya lama. Yonki Pernada sekalu Owner dari YMM ini mengungkapkan bahwa desain hasil karya ‘desain Excusive Kebaya Bali’ ini merupakan salah satu style yang patut untuk di promosikan kepada para wisatawan mancanegara yang datang di Bali. “Maka dari itu, tema fashion show yang bertajuk ‘Exotika kebaya Bali’ ini lebih menonjolkan keeksotikan material brokat itu sendiri, di design begitu indah menjadi sebuah kebaya yang mana merupakan salah satu kebudayaan dan warisan luhur dari bangsa Indonesia dan Bali pada khususnya,” jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).
Yongki yang akrab disapa ini juga menambahkan, kalau pihak Vi Ai Pi dan YMM bersama Excutive Kebaya Bali ingin bersama-sama membudidayakan kerajinan lokal untuk bisa di pertahankan, dikembangkan, sekaligus mempromosikan kekayaan warisan pulau Bali agar tidak hilang dari peradaban. Jadi tidak hanya mengangkat dunia fashion yang berbau modern dan glamour saja. Apalagi, lanjutnya, desain kerajinan lokal Kebaya ini sudah bisa dikombinasikan dengan fhasion modern. “Pastinya kita percaya, apa yang dilakukan Mas Ego selaku designernya akan menjadi nilai design kebaya yang unik dan mahal di mata fashion dunia,” ungkapnya.
Menariknya dari fashion kebaya ini adalah dari cara design modifikasi dan modelnya yang terlihat kono namun tidak meninggalkan kesan elegant, cantik, dan juga glamour. Hal itu, jelas Yongki terdapat dari sentuhan mote-mote unik yang di kombain dengan hairdo yang klasik. “Jadi yang ingin kami perlihatkan, bukan hanya keelokan model profesional di atas panggung, tapi keindahan kebaya itu sendiri, design kuno yang merupakan design pertama dari kebaya itu sendiri. Dan design modifikasi yang mana di tabur dengan sentuhan mote-mote unik sebagai penambah kebaya itu menjadi lebih cantik dan glamour’” imbuhnya.
Hal itu pula yang menjadi point penting untuk membedakan dengan kebaya-kebaya trandy lainnya. “Yang membedakan dari design kebaya tersebut. Yentunya dari design itu sendiri yang buat menggunakan tekni back to basic (design kuno,Red) yang di kombain dengan hairdo klasik. Kali ini mengangkat trand lama seperti kebaya Kartini, tentu agar menjadi trend in fashion lagi di kalangan saat ini, baik generasi muda maupun tua,” tutupnya.