Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Zena Merpati, Seorang Sat Pol PP yang Kian Mantap Nge-DJ

I Putu Suyatra • Selasa, 26 September 2017 | 22:41 WIB
Photo
Photo

BALI EXPRESS, KUTA – Memiliki keahlian dalam meracik musik atau yang lebih dikenal sebagai seorang Disc Jockey (DJ) memang kian terbukti sudah menjadi pilihan profesi yang cukup menjajikan bagi para pecinta musik eletronik. Karena selain bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah, seseorang juga bisa menyalurkan hobi sekaligus mengeksplor kemampuan dalam seni bermusik. 
Hal itu diakui pula oleh salah satu pria asal Denpasar yang memiliki postur tubuh gempal yang satu ini, yaitu A.A Bagus Ngurah Bramasena. Anak muda berusia 28 tahun tersebut mengakui berprofesi sebagai DJ memang sudah mendapatkan tempat yang baik bagi bara pelakunya. Terlebih, perkembangan tempat-tempat hiburan yang menyediakan jasa dan wadah bagi seorang DJ maupun  para pecinta musik elektro ini, sudah semakin berkembang. “Makanya tak perlu heran kalau sekarang ini profesi DJ sudah mulai diminati banyak kalangan,” tururnya kepada koran Bali Express (Jawa Pos Group) saat diwawacarai.
Sementara, terkait kecintaannya dengan dunia DJ, pria kelahiran 8 September 1989 ini mengungkapkan bahwa profesi DJ telah menjadi bagian dari hobinya sejak lama. Dan ternyata, hobi tersebut membuahkan hasil yang positif. Sejak tahun 2005, dirinya sudah merambah panggung dunia hiburan malam dan namanya pun makin dikenal oleh kalangan party people Bali. Hebatnya, A.A Bagus Ngurah Bramasena yang memiliki nama panggung sebagai DJ Zena Merpati ini belajar secara otodidak. “Awalnya cuman coba alat DJ saja. Kebetulan paman Gus Tre punya sebuah bar di tahun 2003. Nah bar itu sudah punya alat DJ-nya dan saya belajar dari alat itu. Jadi karena saya bisa secara otodidak, butuh waktu hampir setahunan saya belajar. Baru saya bisa memahami,” jelasnya.
DJ Zena Merparti mengaku, sedikit mengalami kesulitan selama menjalani proses latihan. Akan tetapi pada intinya, lanjut Zena yang akrab disapa, butuh seseorang yang berpengalaman untuk bisa mendampingi atau yang mengajar, agar bermain DJ benar-benar sesuai dengan metode dan teknik yang benar. “Apalagi berprofesi DJ ini bagi saya adalah salah satu hobi yang memang cukup menghasilkan. Bahkan semua genre musik pun harus bisa saya mainkan. karena semua gendre berpeluang untuk mendapat Job. Seperti kalay di kawasan Kuta, biasanya kita mainkan genre musik selatan dan kalau ada Job di beberapa diskotik atau di cafe-cafe, harus bisa kita mainkan genre funkot juga,” jelas Zena. Karena hal yang menarik dari profesi DJ ini adalah ketika kita bisa membuat suasana menjadi meriah dengan lagu yang kita mainkan.
Ya, Zena memang hebat dalam hal meracik musik dan lagu di balik turning table. Kelihaian serta pengalaman panjang soal manggung dari panggung ke panggung memanh tak perlu di ragukan lagi. Hampir di seluruh tempar hiburan ternama yang ada di Bali ini pernah ia sambangi dan paling jauh pernah tampil di kota Bandung. Tapi siapa sangka, disela kesibukannya sebagai seorang DJ, pria tersebut ternyata memiliki pekerjaan lain. Zena juga sibuk dengan rutinitas setiap harinya sebagai anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) kota Denpasar. “Sebenarnya, selain menjadi DJ, kesibukan paginya kerja sebagai anggota sat pol PP. Jadi sebelum DJ, dari tahun 2013 saya sudah menjadi anggota sat pol PP kota denpasar,” tuturnya sambil tersenyum.
Namun walau begitu, namanya kian melejit jadi ‘buah bibir’ perbincangan hangat para party people  di Bali. Tentu  “Ya menurut saya ada banyak yang harus di butuhkan seorang DJ. Salah satunya harus bisa pintar membagi waktu. Diluar itu, yang paling utama juga adalah pergaulan yang luas  dan mental seorang DJ tersebut. Tentu agar tetap eksis,” tutupnya. 

Editor : I Putu Suyatra
#badung