BALI EXPRESS, KUTA - Tantangan bagi seorang female Disc Jockey (DJ) memang cukup banyak. Tidak hanya dirayu kaum adam, namun, profesi yang kerap terlihat dibutuhkan untuk tampil menghibur para penikmatnya di club, diskotik, ataupun pusat tempat hiburan, mengharuskan para female DJ Tampil profesional di ingar-bingar kemeriahan larutnya malam.
Karena tak bisa dipungkiri, kehadiran sosok wanita di tengah kebahagiaan malam memang selalu jadi pusat perhatian pengunjung yang datang. Terlebih saat ini, peran seorang female DJ sudah mulai dikuasai di pasar industri hiburan dibanding peran kaum adam yang berprofesi sebagai DJ. Hal itu pula yang menuntut para pelakunya untuk loyal dan bersikap profesional. Kadangkalanya mereka di tuntut untuk berpenampilan seksi agar terlihat lebih menarik. Cibiran ataupun pandangan negatif dari sebagian masyarakat pun sering terdengar, ketika jam malam jadi ‘ladang‘ pekerjaan.
Situasi seperti ini pun juga dirasakan oleh salah satu wanita cantik yang kini berdomisili di Jakarta, Dwi Apriliya Isma. Perempuan berdarah Surabaya yang lebih dikenal Female DJ Dhawa tersebut, sepertinya tetap konsisten untuk terus mengejar passion-nya di dunia musik dengan mendalami dunia DJ. Berbagai tantangan yang menghalangi jalan Dhawa dalam bermusik pun tak memperlambat lajunya. Sudah hampir 5 tahun lamanya, gadis muda kelahiran 23 April 1992 ini kian ‘moncer’ dan kerap jadi biah bibir perbincangan hangat para party people tanah air. Berkat pengalaman panjang tersebut, Dhawa pun memiliki cara untuk tetap eksis dan bertahan.
“Pastinya, yang dibutuhkan oleh seorang female DJ agar tetap eksis di dunia hiburan adalah good attitude atau memperlihatkan attitude yang baik,” tuturnya saat diwawancarai koran Bali Express (Jawa Pos Group) usai tampil di salah satu club ternama di Bali. Ia menambahkan, menjaga attitude itu juga yang membuatnya terus berkarya menggeluti profesi sebagai seorang female DJ profesional. Bahkan, berkat kelihaian serta keseriusannya untuk berkiprah di dunia pangggung hiburan ini membuahkan hasil yang baik. Ia pun kebanjiran job manggung dan kerap tampil di berbagai event ternama. “Hampir di beberapa kota sudah saya sambangi, seperti pernah ke Jayapura, Sorong, bahkan hingga Kuala Lumpur. Itu yang terjauh,” tandasnya.
Ketertarikannya dengan dunia DJ, bukan tanpa alasan. Dhawa mengungkapkan kalau dirinya sangat jatuh hati dengan musik. Selain itu, Dhawa juga ternyata suka dengan dance. Kecintaan akan bermusik dan dance, membuat dara muda tersebut semakin tekun untuk menggeluti dunia DJ yang semakin menjamur diminati para kawula muda ini. “Ya semakin kesini malah makin serius mengeluti profesi female DJ. Mungkin awalnya kita perlu mengasah skill dan mental. Baru setelah itu menguasai teknik bermain saja. Dibilang susah atau ngga, tergantung dari niat orang masing-masing sih. Kalau aku emang serius di dunia DJ,” jelasnya. Setidaknya, lanjut Dhawa, pengalamanlah yang sering dipelajarinya dalam menekuni berprofesi sebagai female DJ. Baik dalam bermusik itu sendiri atau pun pengalaman hidup.
Akan tetapi, saat disinggung soal tantangan terberatnya dalam menjalani lakon atau peran saat tampil menghibur club lovers, perempuan yang juga hobby travelling ini mengaku adalah tentang kepuasan. "Ya, bukan soal dirayu atau pun di ganggu lelaki ketika kita tampil, tetapi Tantangan Paling besar seoranh DJ adalah disaat di atas Panggung,” ujarnya. “kita harus bisa membuat crowd interest, terhibur, dan menikmati lagu yang kita mainkan, karena disaat mereka happy dan goyang, berarti mereka suka dengan lagu yang kita mainkan. Dan itu bertanda, saya telah berhasil membuat mereka puas dengan perform dan permainan kita. Kalau mereka tidak bergoyang , berarti mereka tidak puas dengan lagu yang kita mainkan dan itu artinya kita harus banyak berlatih serta lebih Pintar memilih lagu yang sesuai dengan tren terkini," tutupnya.
Editor : I Putu Suyatra