Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Luh Kiki Artis Penjual Tipat Cantok; Lahir Sudah Ada Gigi

I Putu Suyatra • Kamis, 13 Mei 2021 | 02:00 WIB
Luh Kiki Artis Penjual Tipat Cantok; Lahir Sudah Ada Gigi
Luh Kiki Artis Penjual Tipat Cantok; Lahir Sudah Ada Gigi


Fenomena Luh Kiki “penyantokan” yang tenar sejak awal Pandemi Covid-19. DI bawah manajemen Taksu North Bali, Kiki yang kental dengan logat Buleleng kian tenar dengan video perdananya berjudul “PR Online, HP ne Kolkol”.



 



I PUTU MARDIKA, Buleleng



 



SENYUMNYA renyah. Suaranya khas, dengan logat Buleleng yang sangat kental.  Ya dialah Luh Ratmini alias Luh Kiki. Wanita yang kerap muncul di Youtube milik Taksu Nort Bali ini memang sedang naik daun, lantaran sukses mengocok perut netizen dengan videonya yang lucu.



 



Tak sulit menemukan rumahnya Luh Kiki. Selain mengisi konten komedi di Youtube, Luh Kiki kesehariannya  memang berjualan tipat cantok dan rujak di ruas Jalan Pulau Komodo, Kelurahan Banyuning ini, Kecamatan Buleleng. Tak pelak, sebagian besar vidoenya selalu membawa property berupa Penyantokan untuk syuting.



 



Kepada Bali Express (Jawa Pos Group) ditemui di rumahnya Luh Kiki sempat bercerita asal usul nama ‘Kiki’ yang menjadi panggilan akrabnya. Ia menyebut jika nama aslinya sejatinya adalah Luh Ratmini. “Dulu baru lahir sudah ada giginya. Setelah itu, nenek memanggil, Luh Gigi. Nah saat mulai sekolah SD, teman-teman memanggil Luh Kiki. Sampai sekarang nama akrabnya itu,” kelakarnya



 



Ibu empat anak ini mengaku jika awal mulanya terjun ke dunia akting akibat pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu. Kala itu, anaknya yang masih sekolah mulai belajar online dengan menggunakan HP. Tak pelak, menjadi kesulitan tersendiri bagi orang tua saat awal pembelajaran online.



 



Sebab, selain sibuk mencari nafkah, orang tua pun harus disibukkan mengajari anaknya. “Makanya video yang pertama itu melajah online. Memang muncul secara tidak sengaja,” jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).



 



Kiki mengaku ia senantiasa diarahkan oleh sang Sutradara, Gede Pasek Sriada saat syuting. Bahkan, sang anak yang dilibatkan untuk bermain peran juga tak luput dari arahan sang Sutradara Taksu North Bali.



 



Dikatakannya, menjadikan penyantokan (pengulekan, Red) sebagai ‘senjata’ saat berakting dilakukannnya secara spontan. Termasuk, ekpresi wajahnya yang terlihat judes juga diakuinya mendukung saat berakting dengan lawan mainnya.“Wajah saya memang kelihatan judes. Aslinya ramah kok,” ujarnya seraya tertawa.



 



Lalu apakah ada kendala saat berakting? Kiki menceritakan jika logat dan bahasanya memang mengalir begitu saja. Tetapi ia mesti berdialog harus berdasarkan naskah. Namun impovisasinya lebih banyak saat tertawa, sehingga hasilnya  natural.



 



“Memang agak kesulitan menghafal naskah. Tetapi harus berkali-kali ambil videonya,” imbuhnya.



 



 



Sementara itu, Gede Pasek Sriada, selaku sutradara sekalisigus Ownet Taksu North Bali menyebut memang sudah melihat potensi Luh Kiki sejak dulu. Hanya saja momentum untuk memulainya ketika awal pandemic Covid-19.



 



Satu video sebut Pasek rata-rata berdurasi 3-8 menit. Tetapi durasi shootingnya sekitar 1-1,5 jam. Selain Kiki, yang kerap dilibatkan saat syuting video adalah Jerry S. Ia dianggap cocok diperankan sebagai Suaminya Luh Kiki dalam lakon cerita.



 


“Memang sebelum melibatkan Jerry S, saya belum melihat karakter suami yang pas untuk mendampingi Kiki dalam video. Tetapi saat disandingkan dengan Jerry S ternyata cocok dan nyambung,” aku Pasek.


Editor : I Putu Suyatra
#bali #buleleng