Bahkan band beranggotakan I Gde Pacung Semara Bawa (Pacunk Sb) pada vokal dan gitar, I Putu Gova Angga Wisma (Gova) pada lead guitar, I Putu Trendy Adi Pratama (Segul) pada drum, dan I Wayan Santika (Lecir) pada bass ini nyaris vakum. “Pandemi dua tahun terakhir ini membuat kami sangat jarang berinteraksi maupun manggung. Namun selama dua tahun vakum, bukan menjadi halangan bagi kami untuk berkarya meski jarang bertemu. Kami berharap semoga keadaan kembali pulih,” harap Pacunk Sb dan personel Side Brother’s lain yang ditemui seusai manggung di Bhumiloka Cafe di kawasan Canggu belum lama ini.
Melandainya kasus Covid-19 dan situasi pandemi yang mulai terkendali di Bali membuat Side Brother’s langsung tancap gas kembali berkarya meramaikan blantika musik Pulau Dewata. Seiring dengan mulai terisinya jadwal manggung dan bermunculannya kembali pentas-pentas musik.
Jika tidak ada halangan, kelompok yang bermarkas di Tabanan ini akan kembali merilis single dan dilanjutkan peluncuran video klip terbaru. “Kami masih solid dan aktif berkarya. Rencananya single dan video klip baru akan dirilis bertepatan dengan hari jadi ke-8 Side Brother’s pada Juli nanti,” jelas Pacunk Sb, sembari menyatakan hal tersebut juga sebagai langkah awal merilis album kedua nantinya. Album kedua ini nantinya akan jadi wahana semangat baru, sekaligus pembuktian konsistensi band yang telah menelurkan album perdana bertajuk ‘Mimpi Waktu Dan Harapan’ pada 2019 lalu.
Sedikit kilas balik, Pacung Sb menuturkan, asal muasal band yang dikenal dengan hits seperti ‘Tembang Tresna’ (2015), ‘Nyaman’ (2015), ‘Jaga Hati’ (2016) , ‘Mimpi Waktu & Harapan’ (2017) hingga ‘Mekenyem Diastun Lara’ (2018) ini dinamakan Side Brother's. “Side atau samping dan Brother's yaitu saudara diambil dari kisah saya sendiri yang saat itu ngekos di Denpasar dan memiliki tetangga kos yang sudah seperti saudara Kadek Adi Putra alias Dek Kung,” urai Pacung Sb.
Setelah itu, nama Side Brother’s akhirnya dipilih dengan memiliki makna filosofinya, yakni persaudaraan dalam hidup. Dengan dengan menerapkan konsep persaudaraan semua hal yang terasa sangat sulit akan menjadi lebih mudah,” Tegasnya.
Diakui Pacung Sb, setelah berjalan selama delapan tahun, mendirikan band itu sangat mudah, namun tetap konsisten dengan personil tetap, itu yang sulit. Side Brother's pun sudah melalui ini dengan penuh perjuangan. “Sampai akhirnya hari keberuntungan tiba, bertemu dengan Ibu Putri Koster yang mensupport penuh. Dan berkat support beliau, akhirnya album pertama Side Brother's yang berjudul ‘Mimpi Waktu dan Harapan’ telah rampung pada 2019 lalu,” tutup Pacunk Sb, diamini personil lain. Editor : I Ketut Ari Teja