Lexiconcert Live on Tour adalah sebuah rangkaian music concert yang hadir di berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Badung, dan Makassar. Di Bali sendiri, akan diselenggarakan di Taman Bhagawan, Jimbaran, 22 Juli mendatang.
Berawal dari manifestasi mimpi para pelakunya, serangkaian diskusi teknis dan kreatif terjadi dalam upaya menyatukan frekuensi menjadi satu visi, Lexiconcert hadir sebagai sebuah Intelectual Property yang layak diapresiasi. Sebuah Konser Musik dengan tokoh utama Isyana Sarasvati, 'Sang Ratu' yang membawa suasana terasa megah, namun tetap menyiratkan kesan magis.
Lexiconcert Live on Tour tak hanya menyuguhkan tampilan mengagumkan dari Isyana Sarasvati dengan gaya bermusik baru, tetapi juga memboyong musisi Ibu Kota lainnya seperti IDGITAF, Rendy Pandugo, Teddy Adhitya, Gamaliel, hingga Afgan. Selain itu, masih ada mystery guest lainnya yang juga turut memeriahkan konser yang dipersembahkan oleh Redrose Entertainment ini.
“Salah satu yang kami andalkan adalah pengalaman konser itu sendiri. Jadi, bukan hanya seorang penyanyi yang bernyanyi dan menghibur lalu datang begitu saja. Ada konsep kuat yang kami usung dalam konser dan terdapat kejutan yang berbeda di setiap kota nantinya,” ujar Project Director Lexiconcert Live on Tour sekaligus manager Isyana Sarasvati, Sarah Kasenda, saat ditemui di Badung, Sabtu (9/7) lalu.
Menurut Sarah, konser serta konsepnya, merupakan keinginan khusus dari solois Isyana, yang menginginkan agar dalam konsernya, penonton mendapatkan sebuah pengalaman istimewa. Tidak hanya mendengar lagu, tetapi mendapatkan sebuah hal yang tidak pernah mereka dapat di konser manapun. Konser ini juga merupakan sublimasi untuk lebih mengenal jatidiri dari musisi Isyana sendiri.
“Semuanya tertuang pada konser ini. Singkat kata, konser ini adalah bagaimana cara Isyana menuangkan bagian kreatif dari dirinya. Inilah setidaknya yang banyak dirasakan oleh penonton konsernya di tiga kota sebelumnya, dengan memberi testimoni Isyana banget ini di media sosial” tuturnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya