Festival Seni Bali Jani sebagai bukti kepedulian Pemerintah Provinsi Bali terhadap dinamika seni Budaya Bali, sekaligus memberi ruang apresiasi untuk pengembangan seni modern dan kontemporer di Bali.
Pembukaan Festival Seni Bali Jani IV ini dihadiri Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa, Ny. Putri Suastini Koster, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati bersama Ny. Tjokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati.
Hadir pula Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra beserta ibu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra beserta ibu, Bupati/Walikota se-Bali, hingga kaum pemuda milenial di Panggung Terbuka Ardha Candra Art Center, Denpasar, Minggu malam (9/10).
Gubernur Bali menyampaikan, Festival Seni Bali Jani yang kini memasuki tahun keempat telah menjadi agenda tahunan Pemprov Bali, sebagai amanat Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan kebudayaan Bali.
“Titiang memberikan apresiasi yang tinggi atas ide penyelenggaraan festival ini, sebagai sebuah momentum penting dari perjalanan panjang dan dinamika seni budaya Bali. Dimana kesenian Bali tumbuh, hidup, dan berkembang dari zaman ke zaman, karena seniman Bali tiada henti berkreasi dan berinovasi. Masyarakat Bali kemudian merawat dan menjadikan seni sebagai tradisi yang hidup,” ujar Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.
Guna merawat dan menjadikan seni sebagai tradisi yang hidup di Pulau Bali, lebih lanjut Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini menyatakan Pemprov Bali sangat memahami hal ini dengan terus memberikan dukungan agar kreatif seniman dapat terjaga dan terwadahi dengan baik. Sehingga Festival Seni Bali Jani adalah kebijakan strategis sebagai bukti kepedulian Pemerintah Provinsi Bali terhadap dinamika seni Budaya Bali.
"Sesuai dengan konsep kekaryaannya, FSBJ menjadi ruang apresiasi untuk pengembangan seni modern dan kontemporer Bali. Sedangkan Pesta Kesenian Bali memberi ruang apresiasi kepada upaya penguatan seni tradisional Bali. Kedua ruang apresiasi ini merupakan implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru,” jelas orang nomor satu di Pemprov Bali ini.
Mantan anggota DPR RI tiga periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini, meyakini FSBJ IV 2022 dapat menjadi wahana yang efektif dalam mewadahi naluri kreatif para seniman lintas generasi untuk bertemu, berkolaborasi, dan saling belajar guna menghasilkan buah cipta dan prestasi.
Tema yang diangkat 'Jaladhara Sasmita Danu Kerthi' yang bermakna air sebagai sumber peradaban, merupakan seruan kesadaran bahwa manusia harus menjalin hubungan yang harmonis dengan Alam Semesta.
Gubernur Wayan Koster berharap karya yang ditampilkan dalam FSBJ selain artistik, estetik, dan menghibur, juga dapat bertutur dan menyampaikan pesan kepedulian terhadap pentingnya pelestarian sumber air dan lingkungan.
Gubernur Bali jebolan ITB meminta kepada para seniman, sastrawan, dan seluruh penggiat seni agar terus berkarya dan memacu prestasinya, supaya seni budaya Bali berkembang mengikuti alur peradaban zaman. Sebab, seni budaya adalah salah satu warisan dan kekayaan kita yang menjadikan Bali memiliki keistimewaan di mata dunia.
“Kepada seluruh krama Bali, titiang berharap memberi apresiasi dan dukungan terhadap penyelenggaraan FSBJ ini. Tetap semangat, semoga FSBJ IV tahun 2022 berjalan lancar dan sukses. Pemerintah Provinsi Bali akan terus memberikan dukungan baik secara material maupun moral, seperti regulasi, apresiasi, fasilitasi, insentif, dan penghargaan,” pungkas Wayan Koster.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya