Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Agung Surya dan Lia Menjadi Kreator Konten, dari Keinginan Miliki Foto dan Video Cinematic Prewedding

Wiwin Meliana • Jumat, 1 September 2023 | 18:30 WIB

kreator konten Agung Surya dan keluarga
kreator konten Agung Surya dan keluarga
BALI EXPRESS- Kemajuan tekhnologi yang begitu pesat membuat anak-anak muda Bali banyak tertarik menjadi kreator konten. Begitu juga bagi pasangan suami istri Gusti Agung Gede Surya Dinata alias Agung Surya dan Ni Made Lia Listiawati alias Lia.


Kreator konten yang berasal dari Kecamatan Mendoyo, Jembrana ini kepada Bali Express menceritakan awal mula kisah mereka membuat konten. Sebelum fokus dengan konten masak-masak menu sederhana dalam keseharian berumah tangga, mereka awalnya mengunggah konten-konten di Youtube.

Baca Juga: Bukan Prank! Hanya Dalam 2 Jam, Baim Wong Sukses Raih Omzet Rp600 Juta Dalam Sesi Shopee Live Perdananya


Kisah ini berawal saat masih pacaran, pasangan ini ingin memiliki foto praweding dan video cinematic prewedding, namun karena biaya untuk membuatnya cukup tinggi, maka memutuskan membeli kamera digital second dan mulai belajar otodidak memfoto dan membuat video termasuk editing. Akhirnya saat menikah terwujudlah foto preweding dan video cinematic preweding buatan sendiri tanpa menggunakan jasa pihak ketiga.


“Kemudian iseng upload di youtube dengan membuat chanel yang bernama Surya Art yang terinspirasi dari nama saya sendiri (Agung Surya) dan “Art” yang artinya seni dengan arti “Seni yang datang dari diri sendiri (surya)”, ujar Agung Surya, Jumat (01/09).

Baca Juga: Viral Jro Jepang Tantang Pemilik Cetik Jarak Jauh, Sudah Siapkan Air Minum
Kemudian seiring berjalannya waktu mencoba membuat video untuk mengisi kanal youtube. Saat itu konsep kontennya masih campur, namun mereka berhasil mendapat 100rb subscriber dan mendapat silver play button. Hingga saat ini jumlah subscribenya telah mencapai 213 ribu.
Pasangan ini mencoba flatform media sosial lain yakni Facebook. Rupanya konten-konten lebih booming dan mendapat banyak views di laman Facebook. Konten yang dibuat berupa video keseharian yang bermanfaat bersama istri dan anak anak, seperti konten mejejaitan dari istri dan mencoba konten masak dengan konsep makanan sehari hari sederhana yang biasa dimasak semeton Bali.


“Selanjutnya kami mencoba fokus untuk membuat konten masak masak dengan kata kata jargon kami “aduk aduk aduk” yang kami ambil dari masukan para penonton yang katanya candu saat mendengar aduk aduk aduk. Selanjutnya kami juga share di Youtube dan di Tiktok dengan harapan konten kami menjangkau lebih banyak orang dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Nyoman Suarna
#surya art #kreator konten