DENPASAR, BALI EXPRESS- Mengawali bukan Februari 2024, vokalis Svami Band, I Ade Wiwikananda atau yang akrab sapa Denanda merilis single Muani Cager sebagai single perdananya.
Single perdana ini disebutkan Denanda, mengisahkan tentang seorang laki laki/suami, yang berjuang keras untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Baik itu dalam keadaan suka, duka, sedih dan juga bahagia.
Baca Juga: Danamon Bridestory untuk Wujudkan Pernikahan Impian Gen Milenial dan Gen Z
"Di mana teriring doa kehadapan Sang Pencipta, semua itu bisa dilewati jika bersama pasangannya. Single ini merupakan pengalaman pribadi saya saat bekerja ke Jepang. Saat bekerja di Jepang saya merasakan bagaimana kerja berat. Namun saat itu tidak komplit untuk menulis lagu," ungkapnya.
Karena itu, begitu pulang ke Bali, Denanda menyebutkan langsung merealisasikan untuk menulis pengalamannya. Selain kisahnya sebagai tulang ounggung keluargabyang pernah bekerja di luar negeri, single ini dikatakannya terinspirasi oleh kegigihan lelaki dalam mencari nafkah untuk keluarganya.
Dilanjutkan Denanda, single berbahasa Bali Muani Cager ini hadir dengan nuansa musik pop yang enak didengar dengan alunan melodi nan apik. Penggarapan musik itu, mempercayakan Silahome Studio sebagai arranger. Single ini dapat dinikmati di kanal YouTube Swami Official. Selain itu, juga dinikmati di Itunes, Spotify, Deezer, Shazam, dan musik streaming lainnya.
Baca Juga: Pelaku Curanmor di Gianyar Bali ‘Mutilasi’ Motor di Lahan Kosong sebelum Dijual
Sementara itu, Pengamat musik Ko Adnyana mengatakan, lagu solo ini memang sedikit berbeda jika dibandingkan dengan trend musih Bali yang saat ini sedang berkembang. Karena single Denanda ini bisa menjadi warna baru dalam industri musik Bali saat ini yang didominasi oleh trend musih koplo.
"Begitu juga dengan video klipnya, sangat mudah dimengerti baik dari sisi visual yang sangat sesuai dengan alur cerita dalam lagu yang dibawakan oleh Denanda, yakni kisah perjuangan seirang kepala keluarga yang mencari nafkah untuk membahagiakan anak-istrinya," urainya. (gek)