BALIEXPRESS.ID -- Dalam sebuah langkah inspiratif untuk memerangi krisis iklim, 15 musisi ternama Indonesia, termasuk Efek Rumah Kaca, Voice of Baceprot, dan Petra Sihombing, berkumpul di Ubud untuk mengikuti lokakarya yang diadakan oleh IKLIM (The Indonesian Climate Communications, Arts & Music Lab).
Baca Juga: Ketua DPRD Badung Putu Parwata Menerima Patung dari Ambara Asram
“Musik memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan mendesak tentang krisis iklim. Melalui IKLIM, kami bertujuan untuk menginspirasi tindakan dan meningkatkan kesadaran melalui ekspresi kreatif,” jelas Nova Ruth, musisi IKLIM dan fasilitator lokakarya.
Lokakarya bertema "Aktivisme Musik & Lingkungan" ini berlangsung selama 5 hari, dari tanggal 1 hingga 5 Juli 2024.
Para musisi ini tidak hanya akan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang krisis iklim dan solusinya, tetapi mereka juga akan memperdalam keterampilan mereka dalam menciptakan lagu dan narasi yang menarik untuk menginspirasi masyarakat.
Baca Juga: 2 WNA Tersesat di Gunung Agung Karangasem Ditemukan di Ketinggian 1.700 Mdpl
“Kami akan menjelajahi isu-isu krisis iklim, solusi energi terbarukan, dan dampak penggunaan batubara terhadap polusi udara dan emisi CO2,” ujar Nova.
Para musisi juga akan memiliki kesempatan untuk berdialog dengan para pakar iklim dan organisasi lingkungan, mendapatkan informasi terbaru tentang krisis iklim, dan bertukar ide tentang bagaimana mereka dapat menggunakan platform mereka untuk membuat perbedaan.
Sebagai bentuk komitmen mereka terhadap aksi iklim, para musisi ini juga akan melakukan penanaman pohon bersama di Gianyar.
Penanaman pohon ini bertujuan untuk mengimbangi emisi karbon dari perjalanan mereka ke Bali.
Yang lebih penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang krisis iklim dan mendorong aksi kolektif untuk memeranginya.
Baca Juga: Tanggapan Ketua DPD Gerindra Bali De Gadjah seusai Ketemuan dengan Wayan Koster
Dengan menggabungkan kekuatan musik dan seni, IKLIM bertujuan untuk menginspirasi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengambil tindakan dan berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan. (nan)
Editor : Wiwin Meliana