Pria berusia 36 tahun ini lahir di Desa Kalianget pada 24 Oktober 1988. Pompi menghabiskan masa kecilnya yang sudah memilik bakat menyanyi sejak duduk di sekolah dasar (SD).
Ia menempuh pendidikan dasarnya di SD Nomor 2 Kalianget dan lulus pada tahun 2001. Kemudian putra sulung dari pasangan suami istri Putu Ardana dan Nyoman Sukreni ini melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Banjar dan SMA Negeri 2 Banjar, menyelesaikan sekolah menengah atasnya pada tahun 2007.
Sebelum mengejar mimpinya di dunia musik, Pompi sempat bekerja di sektor pariwisata dan kuliner.
Selama lima tahun, ia menjadi bagian dari tim di restoran Pondok Tempoe Doeloe. Setelah itu, ia juga sempat bekerja di Villa Umalas.
“Sempat kerja di Villa. Kemudian pernah juga kerja di Restoran. Tapi tetap juga sambil mengasah vocal” jelasnya.
Pengalaman ini memberinya wawasan tentang kehidupan kerja keras, yang kemudian menjadi inspirasi dalam lagu-lagunya.
Meski kerja di dunia pariwisata, Pompi mengaku tak pernah meninggalkan dunia tarik suara. Ia pernah bergabung di rumah produksi Bucu Telu demi mengisi hobi mengasah vocal.
Karier musik Pompi mulai menanjak ketika ia memutuskan untuk merilis single pertamanya. Hingga kini, ia telah merilis delapan single, enam di antaranya berada di bawah naungan label Hary Musik.
Beberapa lagu yang menjadi hits adalah "Mantan Playboy," "Piteket Rerama," "Gelutan Siduri," "Nyesel Naduanin," "Pragat Nyebeng," dan "Berharap."
Lagu-lagu ini dikenal karena liriknya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan melodi yang mudah diingat.
Selain merilis single solo, Pompi juga dikenal sebagai musisi yang suka berkolaborasi. Ia pernah berduet dengan Budiarsa dalam lagu "Bes Goloh," sebuah lagu yang menggambarkan dinamika hubungan manusia.
Ia juga bekerja sama dengan Ade Ara dalam lagu "Hutang Karma," yang mengangkat tema keadilan dan karma dalam kehidupan.
Dedikasi Pompi terhadap music Pop Bali tak lepas dari pengaruh lingkungan dan pengalaman hidupnya.
Banyak lagu yang ia ciptakan terinspirasi oleh nilai-nilai tradisional Bali serta tantangan hidup yang pernah ia alami. Hal ini membuat karyanya tidak hanya menghibur tetapi juga memiliki makna mendalam.
Keberhasilan Pompi di dunia musik Bali modern menunjukkan bahwa ia adalah sosok pekerja keras yang tak pernah berhenti belajar.
Meski memulai karier dari bawah, ia mampu membuktikan bahwa kerja keras dan semangat pantang menyerah dapat membawa seseorang mencapai puncak impian.
Di balik kesuksesannya, Pompi juga adalah sosok keluarga yang hangat.
Ia menikah dengan Komang Ayudistira, dan dikaruniai seorang anak perempuan bernama Putu Depika Shandya Kirania.
Dukungan dari keluarganya menjadi salah satu motivasi utama bagi Pompi untuk terus berkarya.
“Keluarga memang sangat mensuport tiang dalam berkarya. Istri, anak dan kedua orang tua banyak memberikan support,” imbuhnya.
Kini, Pompi terus berkarya dan berharap dapat menginspirasi generasi muda Bali untuk mengikuti jejaknya.
Dengan suara khasnya dan kemampuan menciptakan lagu yang kuat, ia telah menjadi salah satu musisi yang patut diperhitungkan dalam industri musik Bali.
Melalui perjalanan hidupnya, Pompi menunjukkan bahwa musik bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga tentang menyampaikan pesan dan menyentuh hati pendengarnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika