BALIEXPRESS.ID-Baru-baru ini, tren membuat ilustrasi bergaya Studio Ghibli dengan kecerdasan buatan (AI) semakin marak di media sosial.
Dalam unggahan akun Instagram @balichannel.tech, dijelaskan bahwa hanya dengan beberapa klik, siapa pun dapat menghasilkan gambar yang menyerupai estetika khas karya Hayao Miyazaki dan timnya.
Kemajuan teknologi AI memungkinkan proses ini dilakukan dengan mudah tanpa memerlukan keterampilan menggambar manual.
Namun, tren ini tidak mendapat sambutan baik dari Hayao Miyazaki. Pendiri Studio Ghibli tersebut secara tegas menentang penerapan AI dalam seni.
Dalam sebuah pernyataan, ia bahkan menyebut teknologi ini sebagai sesuatu yang "menghina kehidupan”.
Menurutnya, seni sejati harus diciptakan dengan jiwa dan perasaan, bukan sekadar hasil algoritma tanpa emosi.
Studio Ghibli sendiri tetap berpegang teguh pada metode animasi tradisional dan mereka menolak penggunaan AI dalam proses kreatif mereka.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut Saat Memasuki Jalan Utama Pemotor Tewas Terserempet Minibus di Leces!
Unggahan ini pun menuai berbagai komentar dari warganet di media sosial.
”Gak heran graphic designer bakal punah” tulis akun @saputrawahyu_.
“Bagaimanapun manusia sejatinya diciptakan sebagai mahluk social. Jika manusia menempatkan teknology diatas standart Tuhan, maka akan seperti "menara Babel".” tulis akun @linda_djunas_andung.
Baca Juga: Hotman Paris Bantah Jadi Kuasa Hukum Lisa Mariana; Tidak Ada Niat!
”emang ga ethic sebetulnya, tidak menghargai, karena ada sebagian orang jepang menaruh kehidupannya di karya-karya anime tsb.” tulis akun @candrawashere.
”AI AI ini banyak merugikan pihak pihak tertentu” tulis akun @minijingo.
Editor : Wiwin Meliana