Viral Nathalie Holscher Disawer Rp150 Juta Saat Nge-DJ di Sidrap Bikin Demo Dua Hari, Bupati Geram Tuntut Minta Maaf Secara Terbuka!
I Putu Suyatra• Minggu, 20 April 2025 | 03:18 WIB
Nathalie Holscher (Foto: tangkapan layar media sosial)
BALIEXPRESS.ID – Jagat media sosial mendadak heboh dengan beredarnya video Nathalie Holscher yang disawer uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu saat tampil sebagai DJ di salah satu tempat hiburan malam di Sidrap.
Tak tanggung-tanggung, total saweran disebut mencapai Rp 150 juta, dan Nathalie tampak berdiri di tengah-tengah tumpukan uang layaknya hujan rupiah.
Namun, alih-alih menuai pujian, aksi mantan istri Sule ini justru memantik kontroversi hebat di kalangan netizen dan masyarakat Sidrap.
“Kami mengapresiasi aspirasi ormas yang sudah menyampaikan demo selama dua hari ini. Apa yang dilakukan DJ dari Jakarta ini tidak sesuai dengan adab dan etika orang Sidrap,” ujar Syaharuddin dalam video yang juga diunggah Nathalie ke media sosialnya.
Tak hanya itu, Bupati Syaharuddin bahkan siap memfasilitasi permintaan maaf Nathalie secara langsung kepada masyarakat Sidrap, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kejadian yang viral tersebut.
DPR RI Turut Turun Tangan, Tapi Nathalie Ogah Minta Maaf
Tak hanya Bupati, anggota DPR RI asal Sulsel, Rusdi Masse Mappasessu (RMS), juga meminta Nathalie Holscher agar menyampaikan permintaan maaf kepada tokoh masyarakat Sidrap, yang bisa dikemas dalam bentuk acara resmi.
Rusdi sendiri menegaskan bahwa tak ada niat buruk dari Nathalie dalam aksinya tersebut.
“Apa yang dia lakukan hanyalah ekspresi kebanggaan dan tidak ada niatan menjelekkan nama baik Sidrap,” ujar Rusdi saat berdiskusi dengan Bupati Syaharuddin.
Nathalie Holscher Pasang Badan: 'Saya Tidak Bersalah!'
Namun rupanya, Nathalie Holscher tak tinggal diam dan memilih bersikap tegas.
Ia menolak permintaan untuk meminta maaf, karena merasa tidak melakukan kesalahan apa pun dalam penampilannya tersebut.
Sikap Nathalie pun makin memanaskan situasi, mengingat gelombang protes belum juga mereda dan perdebatan di media sosial kian memanas.
Fenomena Saweran Fantastis: Antara Hiburan, Etika, dan Budaya Lokal
Aksi saweran di panggung hiburan bukan hal baru, tapi ketika melibatkan publik figur nasional di wilayah yang menjunjung tinggi norma adat seperti Sidrap, tentu menjadi hal sensitif.
Kontroversi Nathalie ini pun membuka diskusi lebih luas soal batas antara kebebasan berekspresi dengan etika budaya setempat. ***