BALIEXPRESS.ID— Di tengah derasnya arus globalisasi yang perlahan mengikis nilai-nilai tradisi dan budaya, generasi muda di Banjar Mas, Desa Sayan, menggagas sebuah kegiatan bertajuk “Sayan Nguni”. Kegiatan ini lahir dari keresahan STT Bina Warga, Banjar Mas, Sayan, Ubud yang merasa perlahan kehilangan arah dalam menjalani dan melestarikan warisan budaya leluhur mereka, khususnya yang dilaksanakan di sawah.
Wakil Ketua Sayan Nguni, Anak Agung Bagus Mahardika, menjelaskan nama “Sayan Nguni” memiliki makna mendalam. "Sayan mewakili tempat di mana para penggagas tumbuh dan hidup, sementara Nguni berarti masa lampau. Melalui kegiatan ini, para generasi muda ingin mengajak masyarakat untuk kembali mengenang sekaligus memperkenalkan tradisi-tradisi Bali yang mulai jarang terlihat, agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang, " paparnya, Kamis (6/11).
Dalam penyelenggaraannya, kegiatan ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat Banjar Mas, Sayan, Ubud mulai dari pelaku UMKM, seniman lokal, hingga perusahaan di bidang hospitality. UMKM setempat diberikan ruang untuk memasarkan produk olahan mereka melalui sistem voucher makanan yang disebarkan secara swadaya kepada masyarakat luas. Langkah ini diharapkan mampu menggairahkan ekonomi lokal serta menarik minat masyarakat dan wisatawan, termasuk para ekspatriat yang tinggal di kawasan tersebut.
"Kali ini, Sayan Nguni mengusung tema Carik atau Sawah, menggambarkan kehidupan agraris masyarakat Bali di masa lampau yang sarat nilai dan kebersamaan. Melalui tema ini, panitia ingin menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap tradisi pertanian yang menjadi bagian penting dari budaya Bali, " tegas Agung Mahardika.
Beragam kegiatan menarik turut memeriahkan acara ini yang berlangsung pada 22-23 Nopember 2025 sepanjang jalan Gang Emas, Banjar Mas, Sayan, Ubud, di antaranya Live Workshop “Jejak Padi” yang menampilkan proses pengolahan padi secara tradisional langsung di sawah, serta Live Demo Masak oleh Chef Krisna, yang menyajikan berbagai olahan hasil pertanian dengan cara tradisional. Tidak ketinggalan, anak-anak lokal Banjar Mas juga menampilkan garapan dolanan inovatif, yang mengangkat permainan dan kegiatan khas di sawah tempo dulu dengan sentuhan kreatif kekinian.
Menambah semarak suasana, acara “Sayan Nguni” turut dimeriahkan oleh sejumlah bintang tamu ternama, di antaranya Bli Robi Navicula, Yong Sagita, dan beberapa musisi serta seniman lokal lainnya. Kehadiran mereka diharapkan mampu menarik lebih banyak generasi muda untuk ikut mencintai dan melestarikan tradisi Bali yang adiluhung.
"Melalui Sayan Nguni, kami para pemuda Banjar Mas ingin menegaskan bahwa melestarikan budaya tidak harus ketinggalan zaman, justru bisa dikemas secara kreatif, relevan, dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal, " pungkasnya.*
Editor : Putu Agus Adegrantika