Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Industri Hiburan Malam Bali Bertambah, Konsep Luxury Karaoke Mulai Dilirik

Rika Riyanti • Minggu, 28 Juni 2026 | 11:44 WIB
HIBURAN: Salah satu pendatang baru STYX Luxury Karaoke & Beyond yang berlokasi di Jalan Dewi Sri Nomor 99, Legian, Kuta
HIBURAN: Salah satu pendatang baru STYX Luxury Karaoke & Beyond yang berlokasi di Jalan Dewi Sri Nomor 99, Legian, Kuta


BALIEXPRESS.ID – Industri hiburan malam di Bali kembali bertambah dengan hadirnya pemain baru di segmen luxury karaoke.

Di tengah persaingan bisnis hiburan yang semakin kompetitif, konsep karaoke premium dengan mengedepankan pelayanan, kenyamanan, dan pengalaman pelanggan mulai menjadi pilihan untuk menggarap pasar tertentu, khususnya kalangan korporasi dan pelaku bisnis.

Salah satu pendatang baru yang meramaikan segmen tersebut adalah STYX Luxury Karaoke & Beyond yang berlokasi di Jalan Dewi Sri Nomor 99, Legian, Kuta.

Tempat hiburan ini resmi diperkenalkan sebagai bagian dari ekspansi bisnis entertainment yang sebelumnya telah berkembang di Kendari.

Baca Juga: Serahkan 499 Sertipikat Hak Pakai, Kementerian ATR/BPN Amankan Rp124 T Aset Pemprov DKI Jakarta  

Operations Manager STYX, Ope Dahlan, mengatakan konsep luxury karaoke di Bali masih tergolong terbatas sehingga peluang pasarnya dinilai masih terbuka.

"Kalau kita bicara bisnis entertainment terutama karaoke, di Bali memang tidak banyak yang benar-benar ke-highlight. Untuk konsep luxury sendiri bisa dihitung, mungkin hanya satu atau dua kompetitor. Itu yang menjadi salah satu alasan owner memilih Bali sebagai tempat ekspansi dan berinvestasi di bisnis entertainment," ujarnya, Sabtu (27/6).

Menurut Ope, pemilik usaha sebelumnya telah mengelola tiga tempat hiburan di Kendari sebelum memutuskan memperluas investasi ke Bali yang dinilai memiliki potensi pasar lebih besar.

Berbeda dengan karaoke pada umumnya, STYX mengusung filosofi yang terinspirasi dari mitologi Yunani.

Baca Juga: Realisasi 5 Bulan Rp400 Juta, Dishub Bangli Optimis Retribusi Pelayanan Parkir 2026 Capai Target

Nama "STYX" diambil dari sungai Styx yang dalam kisah mitologi melambangkan perjalanan dan transformasi.

Filosofi tersebut kemudian diterjemahkan sebagai pengalaman bagi pengunjung untuk sejenak keluar dari rutinitas menuju suasana yang lebih rileks dan nyaman.

Konsep tersebut dituangkan melalui desain interior, pelayanan hospitality, hingga atmosfer ruangan yang dirancang menghadirkan pengalaman hiburan yang lebih personal.

Hal itu juga tercermin dalam tagline yang diusung, yakni "More Than Singing, It's an Experience."

Selain menawarkan fasilitas karaoke dengan sistem audio modern, tempat hiburan ini menyediakan delapan ruang eksklusif dan satu ruang VIP dengan kapasitas antara 10 hingga 15 orang.

Tersedia pula signature bar, area lobi eksklusif, layanan valet parking, serta ruang hiburan privat.

Baca Juga: ESB Gelar Kopdar Racik Bisnis F&B di Bali, Bahas Pentingnya 'Data-Driven F&B' untuk Menangkan Peluang 'Lipstick Effect'

Meski berada di kawasan wisata, Ope mengatakan pihaknya tidak secara khusus membidik wisatawan sebagai target utama.

Pasar yang disasar justru berasal dari kalangan korporasi, pelaku usaha, hingga instansi yang kerap menggelar kegiatan di Bali.

"Kalau bicara target pasar, kita lebih ke business owner, government, dan corporate. Karena banyak kegiatan atau event dari luar daerah yang diselenggarakan di Bali," katanya.

Namun demikian, dalam perjalanan operasional sejak Desember lalu, pihaknya mengaku turut mendapatkan respons positif dari wisatawan mancanegara, khususnya asal Eropa, meski budaya karaoke bukan menjadi kebiasaan mereka.

Baca Juga: Kementerian ATR/BPN Dukung Penguatan Tata Kelola Ekosistem Kebandarudaraan Lewat Sektor Pertanahan dan Tata Ruang

"Yang menarik, kita justru bisa mendapat market dari Eropa sekitar 15 sampai 20 persen. Padahal kalau bicara karaoke, itu bukan habit mereka. Ini menjadi peluang yang tidak kami duga sebelumnya," ungkap Ope.

Di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis, Ope mengakui pihaknya tidak ingin terlalu jauh membuat proyeksi bisnis.

Fokus utama perusahaan, kata dia, adalah menjaga kualitas pelayanan agar pelanggan memperoleh pengalaman yang baik dan bersedia kembali berkunjung.

"Kalau bicara strategi bisnis karaoke, yang paling penting kita fokus di relationship dan service. Promosi untuk karaoke luxury memang terbatas, sehingga yang paling menentukan adalah pelayanan dan hubungan baik dengan pelanggan," jelasnya.

STYX sendiri beroperasi setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 03.00 Wita dengan menghadirkan paket layanan yang disesuaikan bagi berbagai kebutuhan pelanggan.

Paket yang ditawarkan mulai dari Rp 3 juta.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #karaoke #hiburan #kuta