Apresiasi yang sama juga datang, ketika acara pertemuan dengan Laconic Infrastructure Partners, World Resources Institute (WRI), Bank Dunia/World Bank Group, United States Agency for International Development (USAID), Millennium Challenge Corporation (MCC), dan Bloomberg Philanthropies sampai 16 Maret 2023.
Bahkan, kepemimpinan Wayan Koster mendapat doa sekaligus dukungan khusus dari lembaga internasional tersebut. Mereka berharap Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini kembali memimpin Pemerintah Provinsi Bali di periode kedua menjadi Gubernur Bali.
Sebelum apresiasi, doa, serta dukungan tersebut disampaikan di hadapan Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini, Wayan Koster dalam paparannya menyampaikan pembangunan daerah Bali dilaksanakan berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi. Dituangkan menjadi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.
Salah satu implementasi dari visi tersebut yang sedang fokus dilaksanakan Pemerintah Provinsi Bali adalah program Sistem Pertanian Organik melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019. Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih sesuai pelaksanaan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019.
Kemudian penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019. Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai sesuai pelaksanaan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018, dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.
Mendengar hal itu, Chief Executive Officer at Laconic Infrastructure Partners, Andrew Gilmour menyatakan Bapak Gubernur Wayan Koster harusnya berbangga, karena pihaknya yang bekerja di seluruh dunia dengan beberapa negara telah melihat Bali memiliki visi pembangunan daerahnya yang dikenal dengan sebutan Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
“Ternyata visi dengan konsep pembangunan yang konsisten itu dilakukan langsung oleh sosok pemimpin intelektual sekelas Bapak Wayan Koster sebagai Gubernur Bali. Jadi, saya sampaikan bahwa di Negara Amerika Serikat bisa dikatakan adalah negara yang banyak duit, tetapi saya sangat mendukung Bapak Gubernur untuk mencapai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali ini. Meskipun saya yakin, sebenarnya tanpa dukungan kami, Bapak bisa mencapai visi tersebut,” ujar Andrew Gilmour.
Kemudian, Lead Transport Specialist, World Bank Group, Georges Bianco Darido, Deputy Director, Urban Mobility Program Director, Health and Road Safety Program WRI Ross Center for Sustainable Cities, Claudia Adriazola – Steil dan Bloomberg Philanthropies Public Health Team, Becky Bavinger dengan kompak memberikan pandangan terhadap Gubernur Bali, Wayan Koster.
“Kami belum pernah menemui pemimpin provinsi yang visioner seperti Mr. Wayan Koster, dengan memiliki kebijakan dan penerapan energi bersih dan lingkungan (pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai) dengan landasan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang sangat kuat,” ujar Georges Bianco Darido, Claudia Adriazola – Steil dan Becky Bavinger.
Apresiasi pula disampaikan oleh lembaga internasional di Amerika Serikat, seperti Laconic Infrastructure Partners. World Resources Institute (WRI). Bank Dunia/World Bank Group. United States Agency for International Development (USAID). Millennium Challenge Corporation (MCC) dan Bloomberg Philanthropies terhadap kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster dalam membangun Provinsi Bali dengan visi, Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Bahkan secara khusus, Chief Executive Officer at Laconic Infrastructure Partners, Andrew Gilmour, President & CEO World Resources Institute, Aniruddha Dasgupta, dan Vice President of Compact Operations at the U.S. MCC, Cameron Alford, mendoakan Gubernur Bali Wayan Koster agar kembali terpilih di periode kedua menjadi Gubernur Bali.
Andrew Gilmour bersama Aniruddha Dasgupta, dan Cameron Alford mengatakan bahwa kepemimpinan dengan visi dan program yang jelas harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
"Hal itu ada di Mr. Wayan Koster yang kami harap bisa melanjutkan kepemimpinannya pada periode kedua untuk menjaga kesinambungan program, khususnya berkaitan dengan Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2045 melalui gerakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai, selain program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, dan memberdayakan UMKM," paparnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya