Banjir Melanda Kazakhtan dan Rusia, 110.000 Orang Diungsikan
I Putu Suyatra• Kamis, 11 April 2024 | 15:02 WIB
Banjir di Rusia Kazakhtan. (Voice of America)
BALI EXPRESS - Sekitar 110.000 orang terpaksa diungsikan akibat banjir yang melanda Kazakhtan dan Rusia. Banjir ini disebabkan oleh pencairan salju yang mengakibatkan meluapnya Sungai Ural.
Di Kazakhtan, sekitar 97.000 orang telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman, sementara 12.000 lainnya dipindahkan ke wilayah aman di Rusia. Banjir ini merupakan yang pertama sejak tahun 1947.
Di Rusia, daerah yang paling terdampak terletak di selatan Pegunungan Ural, sekitar 1.200 km timur Moskow. Status darurat telah dinyatakan di wilayah Orenburg, Kurgan, dan Tyumen.
Di Kurgan, sekitar 4.500 orang telah dievakuasi dan kekhawatiran meningkat bahwa ribuan lainnya mungkin juga harus dievakuasi. Permukaan air terus naik dan volume air yang besar mengalir ke wilayah baru.
Di Siberia, puncak banjir diperkirakan akan terjadi dalam tiga hingga lima hari. Beberapa daerah di sekitar Sungai Volga, sungai terbesar di Eropa, juga berpotensi terdampak.
Kedua negara telah berjuang melawan kenaikan air selama lebih dari lima hari dan mengumumkan keadaan darurat. Kremlin mengatakan banjir terburuk masih akan terjadi di beberapa wilayah Ural dan Siberia.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Kazakh Kassym-Jomart Tokayev telah berkomitmen untuk bekerja sama dalam upaya penanggulangan banjir. ***