BALIEXPRESS.ID - Dunia dibuat terpukau oleh aksi heroik seorang nelayan sederhana asal Indonesia, Sugianto (31).
Di tengah amukan si jago merah yang melalap hutan Gunyongdok pada 22 Maret 2025, Sugianto tanpa ragu mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan puluhan warga, terutama para lansia yang terjebak kepungan api.
Kobaran api yang tiba-tiba dan ganas akibat hembusan angin kencang membuat kepanikan melanda desa tenang tersebut.
Baca Juga: GEGER UBUD! Anggota DPRD Gianyar 'Diserbu' Belasan Pria Kekar di Warung, Ada Apa di Balik Layar?
Banyak warga lanjut usia tak menyadari bahaya yang mengintai.
Namun, naluri kemanusiaan Sugianto bergejolak. Bersama kepala desa, ia bergerak cepat, bukan hanya memberitahu, tapi langsung terjun ke zona berbahaya.
Bayangkan! Di tengah kepulan asap dan desingan api, Sugianto dengan gagah berani menggendong tujuh orang lansia yang lemah.
Tak hanya itu, ia bahu-membahu membantu mengevakuasi sekitar 60 jiwa lainnya dari maut yang mengancam.
Baca Juga: Gedung Pasca Sarjana Resmi Dibangun, Peletakan Batu Pertama dilakukan Dirjen Bimas Hindu
Keberaniannya yang luar biasa di tengah kekacauan massal menjadi pemandangan yang mengharukan sekaligus mengagumkan.
Salah satu momen mendebarkan adalah ketika seorang nenek renta nyaris terseret angin kencang yang berputar-putar akibat panasnya api.
Dengan refleks kilat, Sugianto sigap meraih dan menyelamatkan nyawa sang nenek dari bahaya yang sangat dekat.
Kisah kepahlawanan Sugianto dan kepala desa seketika menjadi buah bibir di media nasional Korea Selatan.
Warga setempat bahkan menjulukinya sebagai "pahlawan tersembunyi" yang muncul di saat genting dan menyelamatkan desa mereka dari kehancuran total.
Apresiasi setinggi langit pun datang dari Pemerintah Korea Selatan.
Menteri Hukum Kim Sokwo secara langsung menyampaikan rasa kagum dan terima kasih atas tindakan mulia Sugianto.
Sebagai bentuk penghargaan, pemerintah berencana memberikan visa F2, sebuah 'tiket emas' yang memungkinkan Sugianto untuk tinggal secara permanen di Korea Selatan dan membawa keluarganya.
Tak ketinggalan, berbagai organisasi kemanusiaan lokal juga memberikan penghargaan atas keberanian dan kepeduliannya.
Namun, di tengah sorotan publik, Sugianto tetaplah sosok yang rendah hati.
"Saya hanya melakukan apa yang saya rasa benar sebagai manusia," ujarnya dengan tulus.
Kisah inspiratif Sugianto tak hanya menggema di Korea, tetapi juga menyentuh hati jutaan netizen Indonesia.
Ungkapan bangga dan haru membanjiri media sosial. Akun @Familyiris menulis, "Inilah wajah asli Indonesia, jiwa sosialnya sangat tinggi, saling menolong tidak melihat suku, rasa dan agama."
Sementara @gilang7818 singkat namun padat berkomentar, "Wah hebat mas, salut!"
Aksi nyata Sugianto menjadi simbol universal tentang keberanian, kepedulian, dan kemanusiaan yang melampaui batas negara.
Ia kini berencana untuk melanjutkan hidup di Korea dan terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Kisahnya akan terus dikenang sebagai inspirasi bagi kita semua. ***
Editor : I Putu Suyatra