Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Siapakah Pengganti Paus Fransiskus? Nama Kardinal Italia Ini Mendadak Jadi Sorotan: Ini Sosoknya

I Putu Suyatra • Selasa, 22 April 2025 | 16:56 WIB

Pietro Parolin
Pietro Parolin

BALIEXPRESS.ID - Dunia Katolik kembali bergejolak! Nama Kardinal Pietro Parolin mendadak mencuat sebagai kandidat kuat pengganti Paus Fransiskus.

Di usia 70 tahun, sang diplomat kawakan ini digadang-gadang mampu melanjutkan agenda reformasi Paus Fransiskus dengan pendekatan yang lebih pragmatis.

Benarkah ia penerus takhta suci selanjutnya?

Sebagai Sekretaris Negara Vatikan sejak 2013, Parolin memegang jabatan strategis dalam hierarki Gereja Katolik.

Baca Juga: Bos Proyek Kereta Bawah Tanah di Bali Mundur Misterius, Ada Apa Gerangan? Tanggapan Giri Prasta Simpel 

Ia dikenal luas sebagai sosok diplomat ulung dengan jaringan dan pengaruh luas di dalam dan luar Vatikan.

Latar belakangnya yang kuat dalam diplomasi menjadi nilai tambah tersendiri.

Pewaris Jalur Diplomasi: Dari Seminari hingga Misi Sensitif

Lahir dan besar di Italia Utara, Parolin menempuh pendidikan seminari sejak usia 14 tahun dan ditahbiskan menjadi imam pada usia 25 tahun.

Karier diplomatiknya dimulai pada usia 31 tahun, membawanya ke berbagai misi sensitif Vatikan di Nigeria, Meksiko, Vietnam, dan Korea Utara.

Baca Juga: Tak Hanya Selingkuh, Paula Verhoeven Juga Dirumorkan Mengidap HIV, Mantan Istri Baim Wong Pilih Bungkam

Ia juga berperan penting dalam upaya pelucutan senjata nuklir di awal 2000-an.

Pengalamannya sebagai duta besar Vatikan untuk Venezuela memberikan pemahaman mendalam tentang dinamika Gereja Katolik di Amerika Latin.

Kontroversi dan Tantangan di Balik Karir Gemilang

Namun, rekam jejak Parolin tak luput dari kontroversi.

Ia disebut sebagai arsitek utama perjanjian kontroversial antara Vatikan dan Tiongkok terkait penunjukan uskup, yang menuai kritik dari kubu konservatif.

Keterlibatannya, meski tidak dituduh langsung, dalam skandal investasi properti Vatikan di London pada 2021 juga mencoreng reputasinya.

Meski demikian, perannya dalam strategi diplomatik Vatikan selama konflik Ukraina dan reputasinya sebagai birokrat yang tenang menjadikannya salah satu kandidat realistis.

Baca Juga: Misi Rahasia Timnas Indonesia di Italia Terungkap, Sinyal Kuat untuk Kiper Grade A Lawan Tiongkok?

Namun, kurangnya pengalaman pastoral langsung di keuskupan bisa menjadi batu sandungan dalam konklaf.

Akankah Italia Kembali Memimpin Takhta Suci?

Dengan latar belakang diplomatik dan statusnya sebagai putra asli Italia, Parolin berpotensi mengakhiri tiga kepausan berturut-turut yang dipegang oleh non-Italia.

Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan para kardinal dalam konklaf. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#italia #paus fransiskus #vatikan #Pietro Parolin