BALIEXPRESS.ID-Sebuah rekaman mengejutkan memperlihatkan momen mengerikan saat seorang turis pria secara tiba-tiba mengangkat dan melemparkan kepala seorang anak laki-laki berusia 18 bulan ke lantai terminal kedatangan bandara di Moskow.
Dilansir dari unggahan akun Instagram @jawapos pada Rabu, 25 Juni 2025, anak laki-laki tersebut kini tengah berjuang untuk hidup dalam kondisi koma, dengan fraktur tengkorak serius dan cedera tulang belakang akibat serangan brutal itu.
Baca Juga: Apresiasi Kementerian ATR/BPN, Menko AHY: Tanpa Kepastian Tanah Tak Akan Ada Pembangunan
Pelaku diketahui bernama Vladimir Vitkov (31), seorang turis asal Belarus.
Dalam rekaman kamera pengawas, terlihat Vladimir memperhatikan anak kecil yang berada di samping koper, tampak seperti menunggu waktu yang tepat.
Ia diduga memastikan tidak ada yang melihat, sebelum akhirnya secara tiba-tiba menangkap anak tersebut dan melemparkannya ke tanah dengan keras.
Kejadian ini menuai kecaman luas dari publik. Warganet membanjiri kolom komentar dengan respons penuh emosi dan kepedulian terhadap korban.
“Hukum seberat2nyaaaa... kejaammm,” ketik akun @fr4nsm0o_.
“Apapun alasannya tdk bisa ditolerir. Proses & hukum seberat2nya. Semoga si kecil bisa pulih meski sangat berat,” komentar akun @harry_fitness79.
“Orangtuanya kemana ituuuu gedek banget anaknya ga dijagain,” tulis akun @de_casamo.
Tak sedikit pula komentar dari warganet yang mengungkapkan kemarahan dan kekhawatiran mereka.
“Nauzubillah, aku dadi ibue lggs tak ajar entek²an sik wonge baru tak gowo nang RS anakku setidake ben podo bonyok e karo korban,” tulis akun @aimmatul.husna.
“Ya Allah nak skrg emng harus ekstra hati2 jagain anak di bawah umur,, ” ujar akun @septi.adenny.
“Sebaiknya ortu harus mengawasi sekeliling buah hatinya dimanapun dan kapanpun. Waspada lingkungan,” saran akun @igung.putu.
“Kasian banget anak kecil gak ngapa2in, sakit jiwa pelakunya. Jadi pelajaran juga buat kita2 yang punya anak kecil terus awasi dan jagain di dekat anak,” komentar akun @nurfatma_agungs.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras akan pentingnya pengawasan anak di tempat umum dan kesadaran lingkungan sekitar.
Editor : Wiwin Meliana