Konflik Saudi-Houthi Memanas: Riyadh dan Al-Kharj Diserbu Peringatan Bahaya Udara

I Putu Suyatra • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 11:28 WIB
Tim Pertahanan Sipil Arab Saudi di Provinsi Taif memeriksa lokasi yang rusak akibat puing-puing yang jatuh setelah intersepsi dan penghancuran drone yang diluncurkan oleh kelompok Houthi pada Kamis. (IST)
Tim Pertahanan Sipil Arab Saudi di Provinsi Taif memeriksa lokasi yang rusak akibat puing-puing yang jatuh setelah intersepsi dan penghancuran drone yang diluncurkan oleh kelompok Houthi pada Kamis. (IST) 

BALIEXPRESS.ID - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat tajam. Pertahanan Sipil Arab Saudi sempat mengeluarkan dua kali peringatan bahaya udara bagi warga di ibu kota Riyadh dan Kota Al-Kharj pada Sabtu (19/9) dini hari, menyusul gelombang serangan drone dan rudal dari kelompok Houthi Yaman.

Meski otoritas setempat telah mencabut peringatan dan menyatakan situasi kembali aman, insiden ini menandai eskalasi konflik yang kian mengancam stabilitas kawasan.

Saksi Dengar Ledakan, Peringatan Darurat Dikirim ke Ponsel Warga

Peringatan darurat pertama muncul sekitar pukul 02.58 waktu setempat, disusul laporan warga dan sejumlah saksi mata yang mendengar sedikitnya dua kali ledakan keras di langit Riyadh. Peringatan kedua kembali berbunyi pada pukul 05.19 pagi.

Melalui National Early Warning Platform, otoritas Saudi langsung mengirimkan pesan bahaya ke telepon seluler warga. Warga diimbau untuk tidak keluar rumah, menjauh dari jendela, serta mematuhi protokol keselamatan resmi.

"Wilayah ini berada di bawah ancaman udara dari pihak musuh," bunyi pesan peringatan darurat yang diterima warga Riyadh.

Sinyal bahaya serupa dilaporkan tidak hanya menyasar Riyadh dan Al-Kharj, tetapi juga meluas ke Kepulauan Farasan, Jeddah, Taif, Khamis Mushayt, hingga AlUla.

Balasan Houthi dan Ancaman pada Jalur Energi Global

Meningkatnya serangan intensif kelompok Houthi terjadi setelah juru bicara militer mereka, Yahya Saree, mengancam bakal melancarkan aksi balasan atas tindakan Arab Saudi di Sanaa, Yaman. Dalam beberapa pekan terakhir, Houthi aktif menggempur wilayah Saudi menggunakan drone kamikaze dan rudal.

Dampak serangan tersebut kian mengkhawatirkan:

Eskalasi militer di sepanjang pesisir Laut Merah dan Selat Bab Al-Mandab ini tak hanya memicu gelombang pengungsian ratusan ribu warga Yaman, tetapi juga membahayakan rute perdagangan dan pasokan energi dunia.

Editor : I Putu Suyatra
arab saudi Houthi