BALIEXPRESS.ID- Pada tahun 2023, biaya pengobatan di rumah sakit di Indonesia mengalami peningkatan hingga 13,6 persen.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti jumlah populasi menua semakin meningkat, kurangnya staf pendukung di instansi kesehatan hingga meningkatnya biaya operasional.
Baca Juga: Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali Bawa Piala di Kategori Sport Class
Peningkatan biaya di bidang layanan kesehatan menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh para penyedia layanan kesehatan yang ada di seluruh Indonesia.
Sehingga transformasi digital dinilai dapat menjadi solusi untuk mengurangi biaya tersebut melalui peningkatan efisiensi dan optimalisasi sumber daya.
Karena itu, Pinky Fadullon, Project Director Hospital Management Asia, menyebutkan transformasi digital sebagai solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi sektor kesehatan ini.
Baca Juga: Tak Terima Ditegur Naik Motor di Trotoar, Bule di Bali Balas Rekam Warga Lokal
Karena perubahan dalam layanan kesehatan, tentunya lebih dari sekadar pengadaan teknologi dan solusi digital yang tepat untuk rumah sakit.
"Transformasi layanan kesehatan yang sesungguhnya juga memerlukan perubahan pola pikir, merancang proses baru, dan membangun budaya. Kami optimis, acara ini akan mengumpulkan sebanyak 1500 peserta yang terdiri dari pemilik rumah sakit, C-levels, pembuat kebijakan dan penentu keputusan di rumah sakit untuk berdiskusi dan mencari solusi dari permasalahan kesehatan yang ada saat," jelasnya Rabu (10/7).
Baca Juga: Ratusan Ortu Siswa Geruduk Disdikpora Denpasar, Arya Wedakarna Beri Pesan Begini
Sementara itu, Staf Ahli bidang Teknologi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Setiaji mengatakan, dengan adanya Hospital Management Asia 2024 di Indonesia, maka upaya transformasi di bidang kesehatan di Indonesia bisa dilakukan dengan optimal.
Salah satunya adalah dengan pemanfaatan teknologi dan digitalisasi dalam memberikan layanan kesehatan.
"Tentunya dengan perpaduan teknologi dan ilmu kesehatan yang terus berkembang dapat membawa perubahan signifikan di sektor kesehatan Indonesia. Diharapkan transformasi di bidang kesehatan ini, dapat membantu para tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang tepat dan cepat kepada seluruh pasien sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia," ungkapnya. (gek)
Editor : Wiwin Meliana