Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

78 Ribu Bayi Meninggal Setiap Tahun di Indonesia, Bagaimana dengan Bali?

Rika Riyanti • Selasa, 3 September 2024 | 03:27 WIB
KASUS: Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunawan Sadikin usai menghadiri peresmian Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di RS Prof Ngoerah Denpasar, Senin (2/9)
KASUS: Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunawan Sadikin usai menghadiri peresmian Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di RS Prof Ngoerah Denpasar, Senin (2/9)

BALIEXPRESS.ID - Sebanyak 78 ribu bayi meninggal setiap tahunnya di Indonesia. Kasus kematian tertinggi terjadi di Pulau Jawa, lantaran tingkat kelahiran bayi setiap tahunnya paling banyak di pulau tersebut. Demikian diungkapkan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunawan Sadikin.

"Indonesia termasuk yang paling tinggi di atas 15 per 1000 (kelahiran). Negara-negara maju bisa di bawah 2 per 1000 (kelahiran). Paling banyak di Indonesia meninggalnya karena prematur. Biasanya bayi lahirnya antara 2,5 hingga 4 kg untuk 7 bulan ke atas," ungkap Budi usai menghadiri peresmian Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di RS Prof Ngoerah Denpasar, Senin (2/9). 

Mulai dari pernikahan dini, masalah dalam kandungan, hingga bayi lahir dibawah usia kandungan 7 bulan menjadi penyebab kematian bayi.

Hal ini melatarbelakangi dibangunnya Rumah Sakit Ibu dan Anak untuk bisa menangani kelahiran di bawah 1 kilogram.

Sebab, masih banyak diperlukan fasilitas medis untuk mengurangi kematian.

"Kalau kematian bayi itu paling banyak karena prematur, jadi lahir beratnya di bawah 2 kilogram. Rumah sakit vertikal seperti ini milik Kemenkes itu kita fokuskan untuk menangani bayi-bayi yang lahir beratnya di bawah 1000 gram atau kelahiran di bawah 28 Minggu. Ini yang sangat prematur," jelasnya.

Sementara itu, untuk angka kematian bayi di Bali sebanding dengan jumlah penduduk.

Jumlah penduduk paling banyak tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Banten.

Budi menjelaskan jika sebanyak 38 ribu bayi yang meninggal dalam setahun pasti sangat urgent.

"Saya rasa di Bali kematian bayinya itu bisa di atas seribu itu kan banyak sekali," ucapnya. 

Budi juga mengatakan sebelum mengakhiri masa jabatannya, Presiden RI Joko Widodo akan meninggalkan infrastruktur rumah sakit kurang lebih berjumlah 17 RS.

"Ini adalah rumah sakit kelima yang bapak (Presiden RI) resmikan dari 10 rumah sakit, Insyallah bisa bapak resmikan sampai akhir tahun ini 2 belum berhasil di Papua. Ada 5 lagi mulai berjalan tahun ini," katanya. ***

Editor : I Putu Suyatra
#kematian #bali #jawa #Budi Gunawan Sadikin #bayi #Menteri Kesehatan