BALIEXPRESS.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangli bersiap membuka layanan kemoterapi pada tahun 2026.
Direktur RSUD Bangli, dr. I Dewa Gede Oka Darsana, Sp.An, menyebut rencana tersebut telah mendapat kepastian dukungan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Menurut Oka Darsana, dukungan yang diberikan mencakup penyediaan peralatan medis dan pembangunan ruang kemoterapi standar.
Pembangunan ruang tersebut kini tengah berjalan dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025, sementara peralatan digelontorkan tahun depan.
“Dari sisi SDM kami sudah siap, baik dokter maupun perawat di layanan kemoterapi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kemoterapi merupakan salah satu metode pengobatan bagi pasien kanker.
Namun tidak semua kasus kanker membutuhkan kemoterapi, karena ada yang cukup dengan pembedahan atau radioterapi.
“Kadang-kadang ketiga tindakan diambil sekaligus,” jelas Oka Darsana, Selasa (11/11/2025).
Layanan kemoterapi, kata Oka Darsana, menjadi kebutuhan mendesak mengingat jumlah pasien kanker di RSUD Bangli tergolong tinggi.
Berdasarkan data tahun 2024, tercatat 683 pasien kanker menjalani rawat inap dan 3.168 pasien menjalani rawat jalan.
Kondisi ini menunjukkan kebutuhan besar terhadap layanan kemoterapi di Bangli.
Selama ini, pasien yang membutuhkan kemoterapi harus dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar atau RS Bali Mandara.
Selain jarak yang jauh, antrean di rumah sakit tersebut juga cukup panjang karena fasilitas kemoterapi di Bali masih terbatas.
“Bayangkan, di RS Bangli saja jumlah pasiennya sudah sebanyak itu, belum lagi rumah sakit lainnya,” ungkapnya.
Oka Darsana menambahkan, kehadiran layanan kemoterapi di RSUD Bangli nantinya juga akan membantu pasien dari wilayah Bali timur seperti Gianyar, Klungkung, dan Karangasem, yang hingga kini belum memiliki layanan serupa. “Kami berharap layanan ini bisa segera terealisasi agar masyarakat lebih mudah mendapatkan penanganan,” pungkasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan