BALIEXPRESS.ID- Kebiasaan duduk terlalu lama, jarang mengonsumsi sayur, serta gemar makanan pedas dan beralkohol dapat meningkatkan risiko wasir atau ambeien.
Pola hidup tersebut memicu tekanan berlebih pada anus yang berujung pada pembengkakan pembuluh darah.
Dokter spesialis bedah umum lulusan Universitas Indonesia, dr. Franky Mainza Zulkarnain, Sp.B, mengatakan pencegahan ambeien dapat dilakukan dengan menjaga pola makan sehat, mencukupi asupan serat, serta menghindari gaya hidup yang meningkatkan tekanan pada area anus.
“Wasir ini paling sering disebabkan gaya hidup, jarang makan sayur, duduk terlalu lama,” ujar Franky dalam temu media di Jakarta, Senin (12/1/2026).
Wasir atau hemoroid merupakan kondisi pembengkakan pembuluh darah vena di sekitar anus atau rektum bagian bawah.
Pembuluh darah yang melebar dapat menyebabkan penumpukan darah hingga membentuk benjolan lunak yang tidak normal di area anus.
Franky menjelaskan, konsumsi makanan rendah serat dapat membuat feses menjadi keras sehingga seseorang harus mengejan lebih kuat saat buang air besar.
Kondisi ini meningkatkan tekanan dalam anus dan memicu munculnya benjolan ambeien.
Selain itu, sejumlah jenis makanan rendah serat seperti durian, nanas, makanan pedas, serta minuman beralkohol juga berpotensi memperburuk kondisi pencernaan.
Makanan tersebut dapat memicu peningkatan kontraksi otot saluran cerna atau hiperperistaltik, sehingga tekanan pada anus ikut meningkat.
“Jadi gerakan di usus menjadi cepat dan tekanan pada anus menjadi tinggi. Dia (anus) akan berusaha cepat mengeluarkan, cuma perjalanan (untuk BAB) kan enggak semudah itu” jelas dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah–Puri Indah tersebut.
Terkait makanan pedas, Franky menambahkan konsumsi berlebihan dapat menyebabkan diare berkepanjangan.
Kondisi ini membuat tekanan dalam anus tetap tinggi, serupa dengan efek penggunaan obat serat dalam jumlah berlebih. (*)
Editor : I Made Mertawan