BALIEXPRESS.ID- Pelaksanaan karya Ngusaba Pitra di Pura Dalem Puri, Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Karangasem akan mendapat pengawalan kesehatan ketat dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Karangasem.
Selain menyiapkan layanan medis, pengawasan terhadap makanan siap konsumsi menjadi fokus selama upacara berlangsung pada 18–25 Januari 2026.
Langkah ini dilakukan menyusul tingginya jumlah pamedek yang diperkirakan hadir dari berbagai wilayah di Bali.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama akibat konsumsi makanan yang tidak memenuhi standar keamanan pangan.
Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, mengatakan pihaknya menempatkan petugas kesehatan secara bergiliran selama 24 jam.
Sistem tiga sif diterapkan agar pelayanan medis tetap tersedia sepanjang rangkaian upacara.
“Kami menyiapkan tenaga kesehatan dan ambulans untuk memastikan penanganan cepat jika terjadi kondisi darurat,” ujarnya.
Ambulans dan tenaga medis akan didukung oleh pos kesehatan dari Kecamatan Rendang, Selat, dan Manggis.
Selain itu, ruang pelayanan sementara disiapkan bagi pamedek yang mengalami kelelahan, sesak napas, atau gangguan kesehatan ringan akibat kepadatan pengunjung.
Pengamanan kesehatan juga menyasar pedagang makanan di sekitar area pura.
Dinkes Karangasem bersama Badan Pengelola Kawasan Suci Besakih, pangempon pura, serta Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan melakukan pemeriksaan terhadap makanan siap saji.
Pemeriksaan dijadwalkan dilakukan secara berkala selama pelaksanaan upacara.
Menurut Putra Pertama, pengawasan ini bertujuan mencegah peredaran makanan yang mengandung bahan berbahaya, seperti pengawet dan pewarna yang tidak sesuai ketentuan.
Risiko keracunan pangan dinilai meningkat seiring dengan membludaknya jumlah pamedek.
“Setiap kegiatan keagamaan berskala besar selalu kami awasi dari sisi kesehatan, termasuk keamanan pangan, agar masyarakat dapat bersembahyang dengan nyaman,” katanya. (*)
Editor : I Made Mertawan