Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengenal Pemeriksaan Radiologi Rontgen, CT Scan, dan MRI: Apa Bedanya?

Wiwin Meliana • Senin, 19 Januari 2026 | 07:26 WIB

dr. Anak Agung Gede Agung Priyastana, Sp.Rad
dr. Anak Agung Gede Agung Priyastana, Sp.Rad

BALIEXPRESS.ID-Dalam dunia medis pemeriksaan penunjang seperti Rontgen, CT Scan, dan MRI sudah tidak asing lagi. Saat pergi ke rumah sakit, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan penunjang berupa pencitraan medis (radiologi). Namun, bagi pasien, istilah Rontgen, CT Scan, dan MRI sering kali membingungkan. Meski ketiganya bertujuan untuk "melihat" bagian dalam tubuh, teknologi yang digunakan dan fungsinya sangatlah berbeda. Memahami perbedaan ketiganya dapat membantu merasa lebih tenang dan siap saat harus menjalani pemeriksaan tersebut. Mari kita bahas lebih lanjut terkait perbedaan dan perbandingan pemeriksaan tersebut.

  1. Foto Rontgen (Xray Foto)

Secara sederhana, Foto X-ray atau sering disebut Foto Rontgen adalah prosedur medis yang menggunakan radiasi gelombang elektromagnetik untuk mengambil gambar bagian dalam tubuh manusia. Rontgen adalah bentuk pencitraan medis yang paling sering disarankan, paling cepat, dan paling umum digunakan.

  1. CT Scan (Computed Tomography)

CT Scan atau Computed Tomography Scan adalah prosedur pemeriksaan medis yang menggunakan kombinasi teknologi sinar-X khusus dan sistem komputer canggih untuk menghasilkan gambar organ, tulang, dan jaringan lunak di dalam tubuh secara detail dalam bentuk slice (potongan). Jika foto Rontgen biasa hanya menghasilkan gambar dua dimensi (2D) dari satu arah, CT Scan memberikan gambaran yang jauh lebih lengkap dan mendalam.CT Scan bisa dianggap sebagai versi "canggih" dari Rontgen.

  1. MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Berbeda dengan dua sebelumnya, MRI sama sekali tidak menggunakan radiasi sinar-X.

Pemeriksaan Radiologi Rontgen, CT Scan, dan MRI
Pemeriksaan Radiologi Rontgen, CT Scan, dan MRI

Pemilihan jenis pemeriksaan radiologi sepenuhnya bergantung pada apa yang dicari oleh dokter. Jika ingin melihat kondisi tulang 2D misalkan patah tulang atau dislokasi maka Rontgen sudah cukup. Jika ingin melihat detail organ dalam, cedera kepala (perdarahan), tumor, penyumbatan pembuluh darah. peradangan usus ataupun batu ginjal maka CT Scan adalah pilihannya. Namun, jika masalahnya berkaitan dengan saraf atau otot maka pemeriksaan MRI adalah solusi terbaik dan sangat disarankan.

Referensi

  1. National Institute of Biomedical Imaging and Bioengineering (NIBIB). X-rays, CT Scans, and MRI: A Patient's Guide. National Institutes of Health (NIH).
  2. Radiological Society of North America (RSNA). Patient Safety: Radiation Exposure in X-ray and CT Examinations.
  3. Mayo Clinic (2022). CT Scan vs. MRI: What's the Difference? Mayo Foundation for Medical Education and Research.
  4. Harvard Health Publishing (2023). MRI, CT scan, or X-ray: Which one do I need? Harvard Medical School.
  5. Kementerian Kesehatan RI (2022). Prosedur Pelayanan Radiologi: Mengenal Jenis Pencitraan Medis. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.
Editor : Wiwin Meliana
#ct scan #mri #Rontgen