Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Program CKG Perkuat Deteksi Dini Hipertensi Anak untuk Wujudkan Generasi Sehat

I Putu Suyatra • Selasa, 12 Mei 2026 | 19:27 WIB
Cek Kesehatan Gratis (ist)
Cek Kesehatan Gratis (ist)

 

BALIEXPRESS.ID — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan pemerintah menemukan tingginya kasus hipertensi pada anak usia sekolah di Indonesia. Berdasarkan hasil skrining periode 1 Januari hingga 3 Mei 2026, ratusan ribu anak terdeteksi mengalami tekanan darah tinggi. Temuan ini menjadi perhatian serius dalam upaya memperkuat layanan kesehatan berkualitas sejak usia dini.

Kepala Badan Komunikasi RI, Muhammad Qodari, mengungkapkan sebanyak 22,1 persen atau sekitar 663 ribu dari total 4,8 juta anak yang menjalani pemeriksaan kesehatan mengalami peningkatan tekanan darah. Pemeriksaan dilakukan di sekitar 48 ribu sekolah di berbagai wilayah Indonesia melalui program CKG.

Menurut Qodari, tingginya angka hipertensi pada anak menjadi alarm penting bagi pemerintah dan masyarakat karena kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi penyakit kronis, seperti gangguan jantung dan pembuluh darah, di masa mendatang. Ia menyebut banyak kasus kesehatan anak yang sebelumnya tidak terdeteksi karena tidak menunjukkan gejala.

“Kalau tidak ada CKG ini, kami tidak tahu. Ini harus dianalisis lebih dalam, kenapa anak-anak itu sudah mengalami tekanan darah tinggi,” ujarnya.

Program CKG, lanjut Qodari, dirancang untuk memperluas akses pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak, terutama dari keluarga kurang mampu yang belum terbiasa melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Melalui kolaborasi antara sekolah dan puskesmas, pemerintah kini memiliki data kesehatan siswa yang lebih sistematis dan terintegrasi.

“Melalui CKG, pemerintah memperoleh data kesehatan siswa secara lebih sistematis, dan data ini menjadi dasar untuk merancang intervensi yang lebih tepat, baik di sektor pendidikan maupun kesehatan,” jelas Qodari.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi, meminta agar temuan kasus hipertensi anak dalam program CKG tidak berhenti sebagai data statistik semata. Ia mendorong Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk melakukan pemetaan mendalam terkait penyebab meningkatnya tekanan darah tinggi pada anak-anak.

Menurutnya, hasil CKG merupakan tahap skrining awal sehingga masih membutuhkan validasi medis, pemeriksaan lanjutan, dan pemantauan berkala melalui fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.

Ashabul juga menilai sekolah harus menjadi pusat edukasi pola hidup sehat, bukan hanya lokasi pemeriksaan kesehatan. Anak-anak yang terdeteksi berisiko hipertensi perlu mendapatkan pemantauan rutin serta rujukan medis apabila diperlukan.

“Justru di sinilah pentingnya CKG. Tanpa skrining, kita mungkin tidak tahu ada masalah kesehatan tersembunyi pada anak-anak kita,” pungkasnya.

Temuan program CKG ini menunjukkan pentingnya penguatan sistem kesehatan preventif di Indonesia. Deteksi dini hipertensi pada anak serta edukasi gaya hidup sehat dinilai menjadi langkah penting untuk melindungi generasi muda dari ancaman penyakit degeneratif di masa depan. (*)

Editor : I Putu Suyatra
#cek kesehatan gratis