Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

RSUD Bangli Tangani Bayi Lahir 700 Gram, Pulang dengan Berat 2,4 Kg

I Made Mertawan • Minggu, 12 Juli 2026 | 07:30 WIB
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menemui orang tua yang melahirkan bayi lahir dengan berat badan 700 gram di RSUD Bangli, Jumat (10/7/2026). (Ist)
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menemui orang tua yang melahirkan bayi lahir dengan berat badan 700 gram di RSUD Bangli, Jumat (10/7/2026). (Ist)

BALIEXPRESS.ID – RSUD Bangli mencatat keberhasilan dalam menangani bayi dengan berat badan lahir sangat rendah.

Bayi asal Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli, yang lahir dengan berat badan sekitar 700 gram, akhirnya diperbolehkan pulang dari RSUD Bangli setelah menjalani perawatan intensif di ruang NICU selama sekitar tiga setengah bulan.

Bayi tersebut dirawat sejak 18 Maret 2026 hingga 7 Juli 2026. Saat diperbolehkan pulang, kondisinya dinyatakan stabil dengan berat badan telah meningkat menjadi 2,4 kilogram.

Baca Juga: ROOTED Hadir di ZIN Canggu, Pameran Seni dan Bonsai Bernilai Ratusan Juta Suguhkan Pengalaman Imersif

Sebelumnya, bayi dengan berat badan lahir sangat rendah seperti ini umumnya dirujuk ke rumah sakit yang telah memiliki fasilitas NICU.

Kini, penanganan dapat dilakukan di RSUD Bangli setelah rumah sakit tersebut memiliki ruang NICU yang didukung dokter konsultan neonatologi, dr. Ni Made Adi Purnami, M.Sc., Sp.A., Sub.Sp.Neo (K).

Direktur RSUD Bangli, dr. I Dewa Gede Oka Darsana, Sp.An, mengatakan perawatan bayi dengan berat badan lahir sangat rendah merupakan proses panjang dan penuh tantangan karena membutuhkan penanganan intensif.

Baca Juga: Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah

" Bayi membutuhkan pemantauan ketat, dukungan pernapasan, pengaturan suhu tubuh, pemenuhan nutrisi secara bertahap, pencegahan infeksi, serta evaluasi tumbuh kembang secara berkesinambungan," ujarnya, Sabtu (11/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh tim, mulai dari dokter spesialis anak, perawat NICU, tenaga kesehatan lainnya, manajemen rumah sakit, hingga dukungan penuh dari keluarga pasien.

Baca Juga: Rektor Unmas Ajak Polri dan Kejaksaan RI Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Demi Kepentingan Bangsa

Ia juga mengapresiasi ketabahan kedua orang tua yang selama lebih dari 3,5 bulan mendampingi proses perawatan.

“Keteguhan keluarga menjadi bagian penting dari perjuangan bayi untuk terus bertahan, tumbuh, dan berkembang,” terang dokter asal Desa Sulahan, Kecamatan Susut ini.

Pihak rumah sakit memastikan akan terus meningkatkan mutu pelayanan neonatal melalui penguatan sarana dan prasarana NICU, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta pengembangan sistem pelayanan yang mengutamakan keselamatan pasien.

"Kami berharap kondisi bayi terus menunjukkan perkembangan yang baik, semakin stabil, sehat, dan kuat," ujar Oka Darsana.

Keberhasilan RSUD Bangli menyelamatkan bayi dengan berat badan lahir sangat rendah mendapat apresiasi dari Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta.

Apresiasi tersebut disampaikan saat Sedana Arta meninjau kondisi bayi ketika menjalani kontrol medis pertama setelah diperbolehkan pulang dari perawatan, Jumat (10/7/2026).

Pada kesempatan itu, politikus PDIP ini menyinggung dedikasi tim medis RSUD Bangli yang dinilai telah memberikan pelayanan secara profesional, penuh ketelitian, kesabaran, dan kasih sayang

Sedana Arta juga menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tua bayi atas kesabaran dan keteguhan hatinya selama mendampingi anaknya menjalani perawatan. 

Lebih lanjut, bupati menyebut capaian ini menunjukkan pelayanan kesehatan di RSUD Bangli terus berkembang.

Ia berharap rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut mampu meningkatkan kapasitasnya sehingga dapat menjadi rumah sakit rujukan bagi masyarakat di wilayah Bali tengah dan Bali timur.

"Harapan saya, RSUD Bangli dapat berkembang menjadi rumah sakit rujukan bagi wilayah Bali tengah dan Bali timur," ujar Sedana Arta. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#berat badan bayi rendah #RSUD Bangli #bangli