RSUD Karangasem Punya CT Scan 64 Slice, Pasien Tak Perlu Lagi Dirujuk  

I Wayan Adi Prabawa • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 08:12 WIB
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata melaunching CT Scan 64 Slice di RSUD Karangasem. (Adi Prabawa/Bali Express)
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata melaunching CT Scan 64 Slice di RSUD Karangasem. (Adi Prabawa/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID - RSUD Karangasem kini dilengkapi CT scan 64 slice. Fasilitas ini diharapkan mampu mempercepat sekaligus meningkatkan ketepatan pemeriksaan pasien.

Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata mengatakan, keberadaan fasilitas tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

CT scan 64 slice dinilai dapat mendukung proses diagnosis dengan kemampuan pemeriksaan yang lebih luas.

Baca Juga: 43 Saksi Diperiksa Kasus Dugaan Korupsi Anggaran BBM dan Mamin Dinkes Tabanan

“Kehadiran peralatan medis modern ini saya harap dapat mendukung proses pemeriksaan dan diagnosis secara lebih cepat, akurat dan optimal,” kata Gus Par saat launching CT scan 64 slice di ruang Radiologi RSUD Karangasem, Senin (7/9/2026).

Gus Par menegaskan, peningkatan sarana dan prasarana kesehatan akan terus dilakukan agar pelayanan dapat dijangkau masyarakat secara lebih mudah.

Dengan adanya fasilitas tersebut, warga Karangasem tidak lagi harus menempuh perjalanan ke rumah sakit lain hanya untuk mendapatkan pemeriksaan CT scan.

Baca Juga: Kafe dan Cottage Hangus Terbakar di Nusa Penida Dini Hari, Kerugian Rp3 Miliar

“Pelayanan kesehatan yang baik merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Direktur RSUD Karangasem I Putu Angga Wirayogi menjelaskan, CT scan 64 slice tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dalam program SIHREN.

Baca Juga: Perkuat Pelestarian Budaya, DPRD Klungkung Sepakati Ranperda Pemajuan Kebudayaan

Bantuan itu ditujukan untuk mendukung pemerataan fasilitas penunjang diagnosis di rumah sakit daerah.

Menurut Angga, kehadiran alat baru tersebut sekaligus mengurangi rujukan pasien. Sebelumnya, pemeriksaan tertentu tidak dapat dilakukan di RSUD Karangasem karena rumah sakit hanya memiliki CT scan 8 slice.

“Dengan adanya alat ini, pasien yang membutuhkan pemeriksaan CT scan tidak perlu lagi kami rujuk ke rumah sakit lain,” ujarnya.

Untuk mendapatkan bantuan tersebut, RSUD Karangasem terlebih dahulu harus memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat, mulai dari kesiapan ruangan, sumber daya manusia, kelistrikan hingga perizinan.

Seluruh persyaratan tersebut kemudian diverifikasi secara bertahap oleh Kementerian Kesehatan sebelum alat dapat digunakan untuk pelayanan.

Ia menyebut keberadaan CT scan baru sangat membantu, khususnya dalam penanganan pasien yang membutuhkan pemeriksaan cepat seperti korban kecelakaan.

“Ini adalah jawaban dari keluhan masyarakat selama ini, misalnya pada kasus kecelakaan yang membutuhkan diagnosis awal. Dengan adanya alat ini, pasien tidak perlu lagi dirujuk hanya untuk pemeriksaan CT scan saja,” ucapnya.

Kepala Unit Instalasi Radiologi RSUD Karangasem Ni Kadek Antari Darmasih menambahkan, kemampuan pemeriksaan kini jauh lebih luas dibandingkan saat rumah sakit masih menggunakan CT scan 8 slice.

“Sekarang banyak pemeriksaan yang bisa kita lakukan, bahkan hampir semua pemeriksaan. Sebelumnya sangat terbatas sehingga banyak pasien yang tidak bisa dilakukan CT scan di sini dan terpaksa dirujuk,” kata Antari.

Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan dengan perangkat baru tersebut yakni calcium score untuk mengetahui skor kalsium pada pembuluh darah koroner.

Hasil pemeriksaan ini dapat menjadi salah satu indikator risiko penyumbatan pembuluh darah.

“Kalau bicara akurasi, CT scan 64 slices akurasinya sangat tinggi. Jai sekarang masyarakat yang membutuhkan penanganan CT scan tidak perlu khawatir akan dirujuk lagi,” ujar Antari. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
ct scan rsud karangasem bupati karangasem