Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengapresiasi Pendekatan Deradikalisasi Pemerintah: Jamaah Islamiyah Kembali ke NKRI

I Putu Suyatra • Rabu, 10 Juli 2024 | 17:20 WIB

Moderasi Beragama Tangkal Radikalisme
Moderasi Beragama Tangkal Radikalisme

Pemerintah Indonesia berhasil membubarkan kelompok radikal Jamaah Islamiyah (JI), yang kini telah kembali ke pangkuan NKRI. Keberhasilan ini layak mendapatkan apresiasi luas dari seluruh masyarakat Indonesia sebagai bukti suksesnya program deradikalisasi. Merubah haluan kelompok radikal bukanlah tugas yang mudah dan membutuhkan upaya, kerja keras, serta pendekatan yang tepat.

Pendekatan Tepat dalam Deradikalisasi

Tanpa pendekatan yang tepat, kelompok radikal akan sulit menerima bahwa seluruh elemen bangsa harus menjunjung tinggi NKRI dan ideologi nasional. Deklarasi pembubaran diri oleh JI, disertai ikrar setia kepada NKRI, menunjukkan bahwa strategi deradikalisasi yang diterapkan oleh pemerintah telah berhasil.

Apresiasi untuk Densus 88 dan Pemerintah

Staf Khusus Menteri Agama Bidang Radikalisme dan Intoleransi, Nuruzzaman, memberikan apresiasi tinggi kepada pemerintah dan aparat keamanan, khususnya Densus 88 Anti Teror Polri, atas keberhasilan ini. Pendekatan halus tanpa paksaan atau ancaman senjata yang diterapkan telah berhasil mengubah kesadaran kelompok radikal.

Pembubaran JI dan Komitmen untuk NKRI

Pada 30 Juni 2024, JI mengumumkan pembubaran organisasinya dan berkomitmen untuk kembali ke pangkuan NKRI. Pernyataan pembubaran ini juga didukung oleh para majelis senior dan pimpinan pondok pesantren serta lembaga yang terafiliasi dengan JI. Mereka berkomitmen menggunakan kurikulum dari negara dan siap mengikuti seluruh aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

Apresiasi dari Berbagai Pihak

Bukan hanya pemerintah dan aparat keamanan yang patut mendapatkan apresiasi, tetapi juga para petinggi JI yang telah rela kembali ke pangkuan NKRI. Sikap mereka berbeda dengan organisasi radikal lainnya, seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Bahkan, seluruh pesantren dan lembaga pendidikan yang terafiliasi dengan JI menyatakan kesiapan mereka untuk menggunakan kurikulum dari negara.

Peran Media dan Kesadaran Masyarakat

Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi, juga memberikan apresiasi tinggi kepada Densus 88 AT Polri atas berbagai upaya yang telah dilakukan. Pembubaran organisasi radikal ini merupakan sejarah baru di Indonesia dan Asia Tenggara, menunjukkan keberhasilan pendekatan deradikalisasi.

Kewaspadaan Terus Menerus

Meskipun JI telah membubarkan diri, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat harus tetap waspada. Potensi ancaman masih ada, dan kewaspadaan harus terus ditingkatkan untuk mencegah kebangkitan ideologi radikal.

Kesimpulan

Keberhasilan deradikalisasi ini menunjukkan bahwa pendekatan tepat dari pemerintah dan aparat keamanan dapat mengubah kelompok radikal. Apresiasi tinggi dari berbagai pihak mengalir atas upaya pemerintah dan Densus 88 AT Polri. Pembubaran JI dan ikrar setia kepada NKRI menandai langkah penting dalam menjaga keutuhan dan keamanan negara.

Oleh: Farrel Haroon Jabar (kontributor Ruang Baca Nusantara)

Editor : I Putu Suyatra
#radikalisme