Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah Wujudkan Perlindungan Maksimal bagi Pekerja Migran Indonesia

I Putu Suyatra • Jumat, 13 Juni 2025 | 15:15 WIB

ilustrasi
ilustrasi

Pemerintah Indonesia terus memperkuat perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui kolaborasi strategis antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sinergi ini bertujuan untuk mewujudkan migrasi tenaga kerja yang aman, legal, dan bebas dari praktik perdagangan orang. Kebijakan yang dijalankan mencakup jaminan hukum, pengawasan migrasi tenaga kerja, serta sistem perlindungan yang responsif dan adaptif terhadap kebutuhan PMI.

Salah satu bentuk nyata sinergi ini terlihat dalam kegiatan di Palu, Sulawesi Tengah. Dalam forum tersebut, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding, menegaskan pentingnya penguatan tata kelola migrasi dan pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Salah satu hasil konkret dari pertemuan tersebut adalah penandatanganan Nota Kesepakatan antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk menjamin perlindungan PMI mulai dari pra-penempatan hingga masa kepulangan.

Deklarasi Nasional: Lawan TPPO dan Pekerja Migran Ilegal

Upaya perlindungan PMI diperkuat dengan Deklarasi Pencegahan Pengiriman Ilegal dan Anti TPPO, yang menjadi bagian dari strategi nasional memberantas eksploitasi tenaga kerja. Pemerintah pusat dan daerah gencar melakukan edukasi publik agar calon PMI memahami jalur resmi dan tidak mudah tertipu oleh calo tenaga kerja ilegal.

Dalam acara Aspataki Award 2025, Abdul Kadir Karding menyampaikan apresiasinya kepada perusahaan-perusahaan yang mendukung perlindungan dan kesejahteraan PMI. Ia menegaskan bahwa sinergi pemerintah dan dunia usaha adalah fondasi penting dalam menciptakan sistem migrasi yang berkelanjutan.

Keterlibatan Dunia Usaha Perkuat Kesejahteraan Pekerja Migran

Ketua Umum DPP Aspataki, Saiful Mashud, turut menyuarakan pentingnya peran aktif sektor swasta. Ia menekankan bahwa perusahaan wajib memberikan jaminan kesejahteraan dan memastikan hak-hak PMI sesuai standar ketenagakerjaan internasional. Dukungan dari pelaku usaha dinilai krusial dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan manusiawi bagi para pekerja migran.

Pusat Layanan PMI dan Digitalisasi Sistem Migrasi

Pemerintah juga menghadirkan Pusat Layanan Pekerja Migran Indonesia di berbagai daerah. Fasilitas ini memberikan akses terhadap informasi legal, bantuan hukum, dan layanan kesehatan bagi para PMI. Di sisi lain, digitalisasi sistem migrasi tenaga kerja turut menjadi prioritas. Dengan pemanfaatan teknologi, pemerintah mampu mengawasi proses migrasi secara real-time, memverifikasi dokumen, dan mengurangi praktik percaloan ilegal.

Kampanye Nasional "Bermimpi Besar, Bergerak Legal"

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pemerintah menggagas kampanye "Bermimpi Besar, Bergerak Legal". Program ini mendorong calon PMI agar mengikuti jalur resmi guna memperoleh perlindungan maksimal dan bekerja dengan tenang di luar negeri. Edukasi ini disebarluaskan melalui media, sosialisasi komunitas, dan kerja sama dengan lembaga pendidikan.

Diplomasi Tenaga Kerja dan Penguatan Kerja Sama Internasional

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, pemerintah memperkuat diplomasi tenaga kerja dengan negara-negara tujuan PMI. Melalui perjanjian kerja sama bilateral, Indonesia berupaya meningkatkan standar perlindungan, memperketat pengawasan, dan menjamin hak-hak PMI di luar negeri dihormati.

Peran Komunitas dalam Perlindungan Pekerja Migran

Perlindungan PMI juga melibatkan partisipasi aktif komunitas, organisasi pekerja migran, dan LSM. Sinergi multi-pihak ini memperkuat sistem perlindungan tenaga kerja dan memastikan bahwa setiap PMI mendapatkan hak-haknya secara penuh. Pemerintah optimistis, dengan kerja sama yang kuat, Indonesia bisa menjadi negara yang paling aman dan responsif dalam melindungi warganya di luar negeri.

Kesimpulan:
Melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, swasta, dan masyarakat, Indonesia terus memperkuat sistem perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia. Digitalisasi, edukasi, dan diplomasi menjadi tiga pilar utama dalam mewujudkan migrasi tenaga kerja yang legal, aman, dan bermartabat. 

Oleh: Ricky Rinaldi (Pengamat Isu Strategis)

Editor : I Putu Suyatra
#pekerja migran indonesia