Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Apresiasi Kepemimpinan Tegas Presiden Prabowo Selesaikan Sengketa 4 Pulau di Perbatasan Aceh-Sumatera Utara

I Putu Suyatra • Selasa, 17 Juni 2025 | 14:57 WIB

SEPAKAT : Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat terbatas dengan menteri. Pemerintah akan berikan tambahan bansos hingga BSU bulan ini.
SEPAKAT : Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat terbatas dengan menteri. Pemerintah akan berikan tambahan bansos hingga BSU bulan ini.

Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk turun langsung menyelesaikan sengketa empat pulau di perbatasan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara menuai apresiasi luas. Langkah tegas ini menunjukkan kepemimpinan yang responsif, berpihak pada persatuan nasional, dan berorientasi pada penyelesaian konflik wilayah secara damai dan adil.

Langkah Strategis Presiden Prabowo Hadapi Sengketa Wilayah

Sengketa batas wilayah, terutama yang menyangkut identitas kedaerahan, bisa berdampak serius terhadap stabilitas sosial dan politik. Presiden Prabowo menunjukkan keseriusannya dengan mengambil alih penyelesaian dari kementerian teknis, sebuah sinyal kuat bahwa isu ini mendapat perhatian langsung dari pimpinan tertinggi negara.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan bahwa keputusan Presiden lahir dari komunikasi intensif antara lembaga legislatif dan eksekutif. Prabowo tidak ingin polemik berlarut-larut, terlebih jika sampai memicu ketegangan horizontal di masyarakat.

Berlandaskan Sejarah dan Data Valid

Presiden Prabowo menekankan penyelesaian berdasarkan fakta historis, data geografis, dan pertimbangan administratif. Sikap ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, yang menyatakan keyakinannya bahwa keputusan Presiden akan memperhatikan kedekatan geografis dan relasi sosiologis antara masyarakat dua provinsi.

Sarmuji juga menegaskan bahwa keterlibatan Presiden bukan bentuk dominasi pusat, melainkan perwujudan tanggung jawab konstitusional dalam menjaga keutuhan NKRI. Kementerian terkait seperti Kemendagri tetap dilibatkan untuk memberikan kajian teknis yang menyeluruh.

Latar Belakang Keputusan dan Potensi Konflik

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian menerbitkan Keputusan Menteri No. 300.2.2-2138/2025 yang menetapkan bahwa empat pulau kecil yang sebelumnya masuk wilayah Aceh Singkil kini menjadi bagian dari Sumatera Utara. Keputusan ini diambil untuk mendukung proses pendaftaran pulau ke PBB dan memastikan kejelasan administrasi wilayah.

Namun, keputusan tersebut memicu reaksi dari sebagian masyarakat Aceh yang menganggap wilayahnya dikurangi. Polemik pun mencuat, mengancam hubungan antar-daerah. Dalam konteks ini, kehadiran langsung Presiden menjadi krusial sebagai penengah yang adil dan pemersatu bangsa.

Pemerintah Terbuka terhadap Evaluasi

Mendagri Tito Karnavian menyatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap evaluasi, termasuk melalui jalur hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak antikritik dan siap menjalani proses koreksi administratif secara transparan.

Namun demikian, keputusan akhir tetap membutuhkan otoritas tertinggi untuk meredam ketegangan. Di sinilah pentingnya peran Presiden Prabowo sebagai pengambil keputusan strategis sekaligus penjaga harmoni antarwilayah.

Gaya Kepemimpinan yang Mengedepankan Musyawarah

Presiden Prabowo menunjukkan sikap tidak gegabah, tetapi mendengarkan semua pihak dan mempertimbangkan secara menyeluruh. Pendekatan ini memberi harapan bahwa konflik wilayah serupa di masa depan bisa diselesaikan melalui musyawarah, bukan konfrontasi.

Kepemimpinannya selaras dengan semangat otonomi daerah dalam bingkai NKRI, di mana pemerintah pusat hadir bukan untuk memaksa, tapi untuk merangkul dan menjadi penengah.

Tegas, Cepat, dan Efisien

Langkah cepat Prabowo mencerminkan gaya kepemimpinan modern yang memahami pentingnya efisiensi pemerintahan di tengah tuntutan stabilitas nasional dan global. Ia tidak membiarkan birokrasi menghambat penyelesaian masalah yang menyangkut kedaulatan wilayah.

Ujian Awal Kepemimpinan Nasional

Sengketa empat pulau ini menjadi ujian awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Sejauh ini, ia menunjukkan kualitas sebagai pemimpin yang tegas, bijak, dan mampu membaca dinamika sosial secara akurat. Kepeduliannya terhadap persoalan daerah membuktikan bahwa kepemimpinan nasional tetap berpihak pada rakyat di seluruh pelosok Tanah Air.

Langkah ini patut diapresiasi sebagai wujud nyata hadirnya negara dalam menjaga keutuhan wilayah dan kedamaian masyarakat. ***

Oleh: Fajar Dwi Santoso – Pengamat Politik Nasional, Forum Politik Mandala Raya

Editor : I Putu Suyatra
#Prabowo Subianto