Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Danantara Kelola Dividen BUMN Rp150 Triliun: Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Nasional

I Putu Suyatra • Senin, 23 Juni 2025 | 13:35 WIB

Danantara
Danantara

Pemerintah Indonesia tengah memasuki fase transisi penting menuju sistem pembangunan ekonomi yang lebih mandiri, modern, dan berkelanjutan. Dalam kerangka reformasi pembiayaan nasional, pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menjadi langkah strategis di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu tonggak utama dari transformasi ini adalah pengelolaan dividen BUMN sebesar Rp150 triliun oleh Danantara. Dana ini tidak lagi dikembalikan ke kas negara, melainkan dioptimalkan untuk pendanaan proyek-proyek strategis, berorientasi investasi, dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Penguatan Pembiayaan Investasi Nasional

Langkah Danantara mengelola dividen BUMN menandai perubahan signifikan dalam sistem pembiayaan negara. Alih-alih menunggu proses panjang Penyertaan Modal Negara (PMN) melalui APBN, dana dividen kini langsung dialirkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan sektor prioritas lainnya. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk efisiensi fiskal sekaligus strategi memperkuat kemandirian pembiayaan nasional.

Dalam visi Presiden Prabowo, investasi adalah motor utama pertumbuhan ekonomi, dengan target pertumbuhan sebesar 8% pada tahun 2029. Untuk mencapainya, dibutuhkan dana investasi besar, cepat, dan terukur. Danantara menjadi instrumen kunci dalam mewujudkan hal tersebut.

Target Investasi Rp13.000 Triliun Lima Tahun ke Depan

CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa selama satu dekade terakhir, total investasi yang masuk ke Indonesia mencapai Rp9.100 triliun. Ke depan, pemerintah menargetkan kenaikan menjadi Rp13.000 triliun dalam lima tahun. Dana kelolaan Danantara diproyeksikan mencapai Rp150 triliun (sekitar US$7 miliar) hanya dalam tahun ini, dan akan digunakan untuk investasi produktif yang mendorong lapangan kerja, alih teknologi, dan pertumbuhan sektor riil.

COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa alokasi dana ini difokuskan pada proyek berkelanjutan dan berdampak jangka panjang. Dengan model pendanaan yang tidak lagi bergantung pada persetujuan DPR, Danantara kini menjadi pengelola langsung aset dan modal strategis nasional.

Leverage Dana dan Menarik Investasi Asing

Menariknya, Danantara menerapkan mekanisme leverage yang memungkinkan penggandaan modal hingga empat hingga lima kali lipat. Strategi ini diyakini akan meningkatkan daya tarik investasi asing, karena menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mengelola dana domestik secara profesional dan akuntabel.

Kebijakan ini juga dinilai mampu merespons kritik lama terhadap inefisiensi BUMN yang terlalu bergantung pada APBN. Dengan mekanisme baru yang transparan dan terukur, setiap perusahaan negara yang menerima dana harus menunjukkan kinerja bisnis yang jelas dan bertanggung jawab.

Menuju Ekonomi Mandiri dan Kompetitif

Dengan rencana pengelolaan aset sebesar Rp15.000 triliun, Danantara bukan sekadar pengelola dana, tetapi juga menjadi katalis reformasi ekonomi Indonesia. Setiap investasi diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Transformasi ini selaras dengan visi Presiden Prabowo dalam menciptakan sistem ekonomi nasional yang lebih tangguh, inovatif, dan tidak lagi bergantung penuh pada anggaran rutin negara. ***

Oleh: Naura Astika (Pengamat Kebijakan Ekonomi)

 

Editor : I Putu Suyatra
#Danantara