Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Prabowo Subianto Dorong Swasembada Energi Nasional hingga Menjangkau Desa dan Pulau Terpencil

I Putu Suyatra • Senin, 30 Juni 2025 | 03:34 WIB

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mewujudkan swasembada energi nasional melalui strategi yang menyentuh langsung wilayah pedesaan, terpencil, dan pulau-pulau terluar di Indonesia. Saat meresmikan proyek energi baru dan terbarukan (EBT) di 15 provinsi, Presiden menegaskan bahwa akses energi tidak boleh hanya dinikmati kota besar dan kawasan industri, melainkan harus merata hingga ke pelosok nusantara.

Langkah ini menjadi upaya nyata untuk menghadirkan keadilan energi, meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, serta mempercepat transformasi sosial-ekonomi di wilayah tertinggal. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo mengedepankan pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).

Akses Energi untuk Desa: Kunci Pertumbuhan dan Kemandirian

Dengan memaksimalkan potensi energi surya dan panas bumi, desa-desa akan mampu berdiri mandiri secara energi. Pemanfaatan sumber daya lokal dinilai efektif mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan menghemat biaya logistik, yang selama ini menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi desa.

Strategi desentralisasi energi berbasis EBT juga diharapkan mempercepat transisi menuju energi bersih dan memperkuat upaya pengurangan emisi karbon nasional. Ini menjadi pilar penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus memperluas pemerataan pembangunan energi.

Proyek EBT Skala Nasional Diresmikan di Jawa Timur

Peresmian proyek EBT secara simbolis dilakukan di PLTP Blawan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur. Pembangkit milik PT Medco Cahaya Geothermal ini sudah mulai beroperasi dengan kapasitas 34,9 megawatt dan ditargetkan meningkat hingga 110 megawatt. Energi yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan listrik lebih dari 85 ribu rumah di wilayah Jawa-Bali.

Presiden Prabowo juga meletakkan batu pertama pembangunan lima PLTP baru sebagai bagian dari peta jalan swasembada energi nasional. Nilai investasi seluruh proyek mencapai Rp 25 triliun dan membuka 9.500 lapangan kerja baru. Selain itu, penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40% memperkuat industri energi nasional dan mendorong kemandirian teknologi.

Dukungan Penuh dari Kementerian ESDM dan Industri Migas

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut total kapasitas proyek EBT yang diresmikan mencapai 379,7 megawatt, dengan potensi pendapatan negara lebih dari Rp 426 miliar per tahun. Proyek ini juga membuka peluang kerja luas bagi masyarakat lokal, khususnya di desa dan wilayah terluar.

Selain pengembangan EBT, pemerintah juga mempercepat produksi minyak nasional. Blok Cepu di Bojonegoro menjadi salah satu titik fokus dengan peningkatan produksi sebesar 30 ribu barel per hari, memperkuat posisi Indonesia menuju kedaulatan energi. Proyek ini selesai lebih cepat 10 bulan dari jadwal, berkat kolaborasi erat antara SKK Migas, ExxonMobil, dan Pertamina.

Blok Cepu: Contoh Sukses Kolaborasi Publik-Swasta

Peningkatan produksi dari Lapangan Banyu Urip kini menyumbang sekitar 25% dari total output minyak nasional. Proyek Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) menggunakan rig buatan dalam negeri oleh PT Pertamina Drilling Services Indonesia, menjadi bukti nyata penguatan teknologi energi lokal.

Dengan total investasi senilai 4 miliar dolar AS dan kontribusi lebih dari 30 miliar dolar AS bagi penerimaan negara, Blok Cepu juga memberikan dampak ekonomi langsung ke daerah. Sebanyak 99% tenaga kerja proyek berasal dari sumber daya lokal, menjadikannya salah satu proyek energi paling inklusif di Indonesia.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menilai percepatan produksi minyak mencerminkan perkembangan signifikan sektor hulu migas Indonesia. Ia menyebutnya sebagai hasil nyata dari sinergi pemerintah dan pelaku industri dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Energi sebagai Instrumen Kedaulatan dan Kesejahteraan

Kebijakan energi Presiden Prabowo menjadikan rakyat sebagai pusat dari seluruh strategi pembangunan. Energi tidak hanya dilihat sebagai komoditas ekonomi, melainkan sebagai alat kedaulatan, keadilan sosial, dan pertumbuhan berkelanjutan.

Dengan menjangkau hingga desa-desa terpencil, program swasembada energi nasional menunjukkan bahwa transformasi sektor energi harus menyentuh lapisan terbawah masyarakat. Visi ini membuktikan bahwa energi untuk seluruh rakyat bukan sekadar slogan, melainkan fondasi menuju Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berdaulat dari kota besar hingga pulau terluar. ***

Oleh: Dwi Cahya Alfarizi (Penulis adalah Kontributor Persada Institute)

Editor : I Putu Suyatra
#pangan #Prabowo Subianto