Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Diplomasi Presiden Prabowo di WEF Davos Perkuat Daya Saing Indonesia di Panggung Global

I Putu Suyatra • Minggu, 25 Januari 2026 | 11:13 WIB

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto

Kunjungan kerja global Presiden Prabowo Subianto pada Januari 2026 menandai babak baru diplomasi Indonesia. Lawatan ke Inggris hingga forum elite dunia World Economic Forum (WEF) Davos 2026 tidak sekadar menjadi ajang pertemuan tingkat tinggi, tetapi menghasilkan capaian konkret: investasi jumbo, penguatan sumber daya manusia, hingga penegasan peran Indonesia dalam perdamaian dunia.

Diplomasi Presiden Prabowo kali ini memperlihatkan pendekatan baru: berorientasi hasil, terukur, dan berdampak langsung pada kepentingan nasional.

Amankan Investasi Rp90 Triliun di Inggris

Agenda kenegaraan Presiden Prabowo di London ditutup pada 21 Januari 2026 dengan capaian strategis berupa komitmen investasi sebesar 4 miliar pound sterling atau sekitar Rp90 triliun. Dana tersebut difokuskan pada pembangunan 1.582 kapal nelayan, yang seluruh proses produksinya dilakukan di dalam negeri.

Langkah ini menegaskan keberpihakan pemerintah pada industri nasional sekaligus memastikan nilai tambah ekonomi tetap berada di Indonesia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan Prabowo dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menghasilkan tiga kesepakatan utama, yakni investasi, penguatan kemitraan maritim, dan pembangunan kapal nelayan sebagai proyek unggulan bilateral.

Tak hanya itu, proyek tersebut diproyeksikan menyerap hingga 600 ribu tenaga kerja, mulai dari awak kapal, pekerja galangan, hingga sektor pendukung. Skema ini menunjukkan bahwa investasi asing diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja luas, bukan sekadar menambah angka pertumbuhan ekonomi.

Dorong Kerja Sama Pendidikan dan SDM Unggul

Selain sektor ekonomi, Presiden Prabowo juga memperkuat kerja sama pendidikan dengan Inggris. Ia bertemu dengan 24 profesor dari universitas ternama seperti Oxford, Imperial College London, dan King’s College London.

Pemerintah mendorong pendirian 10 kampus baru di Indonesia, khususnya di bidang kedokteran dan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Program ini mencakup pertukaran dosen, peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia di Inggris, hingga rencana pembukaan cabang universitas Inggris di Tanah Air.

Kebijakan tersebut menegaskan bahwa pembangunan fisik berjalan beriringan dengan investasi sumber daya manusia.

Tegas soal Tata Kelola dan Penegakan Hukum

Di tengah agenda luar negeri, Prabowo tetap memimpin rapat Satgas Penertiban Kawasan Hutan melalui konferensi video. Presiden langsung mengambil keputusan tegas dengan mencabut izin perusahaan yang terbukti melanggar aturan.

Langkah ini mengirim sinyal kuat kepada investor global bahwa diplomasi ekonomi Indonesia dibarengi dengan penegakan hukum dan tata kelola bersih.

WEF Davos 2026: Indonesia Diposisikan sebagai “Calm Investment Bet”

Dari London, Presiden melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri WEF 2026. Dalam forum tersebut, Prabowo memaparkan peta besar transformasi ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Ia memposisikan Indonesia sebagai calm investment bet — negara yang stabil secara politik, disiplin fiskal, dan konsisten menjunjung supremasi hukum.

Dalam pidato kuncinya, Prabowo menegaskan bahwa tidak ada kemakmuran tanpa perdamaian. Stabilitas nasional dan persatuan menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi. Rekam jejak Indonesia yang tidak pernah gagal bayar utang serta konsistensi menghormati komitmen internasional memperkuat kredibilitas tersebut.

Pengakuan IMF yang menyebut Indonesia sebagai global bright spot semakin mengokohkan posisi Tanah Air di mata investor dunia.

Danantara, Instrumen Baru Transformasi Ekonomi

Presiden Prabowo juga memperkenalkan Danantara, badan pengelola investasi negara yang dirancang untuk memperbaiki tata kelola BUMN, meningkatkan efisiensi, dan menerapkan standar internasional.

Melalui Danantara, Indonesia tidak lagi sekadar menjadi penerima modal pasif, melainkan tampil sebagai mitra setara yang siap berinvestasi bersama. Ini menandai pergeseran strategi ekonomi menuju reformasi struktural jangka panjang.

Komitmen Perdamaian Gaza

Di luar agenda ekonomi, Prabowo kembali menegaskan peran moral Indonesia di panggung global. Pada 23 Januari 2026, Presiden menandatangani Piagam Board of Peace di Davos, sebagai komitmen Indonesia mengawal proses transisi dan rekonstruksi Gaza pascakonflik.

Indonesia diposisikan sebagai penjaga agar proses tersebut tetap mengarah pada solusi dua negara serta menghormati hak rakyat Palestina.

Diplomasi Berbasis Hasil

Rangkaian kunjungan kerja global ini memperlihatkan satu benang merah: Presiden Prabowo memadukan diplomasi ekonomi, pembangunan manusia, penegakan hukum, dan peran kemanusiaan dalam satu strategi besar.

Hasilnya nyata — investasi Rp90 triliun, ratusan ribu peluang kerja, penguatan SDM, hingga peta transformasi ekonomi nasional.

Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, diplomasi Indonesia bergeser dari sekadar seremoni menuju kepemimpinan global yang aktif, pragmatis, dan berorientasi hasil. Setiap pertemuan diarahkan pada capaian konkret, setiap forum dimanfaatkan untuk memperkuat posisi tawar, dan setiap kesepakatan dirancang agar berdampak langsung bagi rakyat.

Indonesia kini tampil sebagai aktor yang semakin diperhitungkan dalam percaturan dunia. ***

Oleh: Aditya Akbar (Penulis adalah kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia)

Editor : I Putu Suyatra
#Prabowo Subianto