Atta Halilintar memastikan dirinya tidak terlibat dalam penipuan robot trading Net 89. Meski, dia tak membantah salah satu petinggi di bisnis tersebut ternyata pernah ikut lelang barang miliknya, beberapa waktu lalu. Lewat postingan Instagram Story-nya, Atta menjelaskan duduk perkara sampai dirinya terseret dalam kasus ini.
“Jadi saya pada saat itu melakukan lelang barang bersejarah saya yang paling pertama (headband) dengan tujuan dana hasil lelang itu akan digunakan untuk membantu pembangunan tempat penghafal Al Quran dan juga membantu pembangunan masjid,” jelasnya.
Saat itu, lelang dilakukan terbuka dan banyak pihak hingga dia tak bertanya ke setiap orang uang yang diikutkan lelang asalnya darimana.
“Pada saat itu tidak mungkin saya tanya satu-satu semua yang nge-bid, kamu dapat uang dari mana ikut lelang ini. Apalagi, ini lelang terbuka kan. Banyak yang mengikuti lelang itu dan akhirnya ditutup dengan tanggal dan jam yang sudah ditentukan,” sambungnya.
Oleh karena itu, Atta menampik tuduhan terlibat robot trading tersebut. “Jadi kalau dibilang saya main ronot tranding atau ada di dalam robot trading Net 89, saya sama sekali tidak mengerti dan tidak pernah ikut trading robot,” tegasnya.
Dia berharap dengan klarifikasi ini, mampu membersihkan namanya. “Semoga ini semua jelas, dan berita-berita di luar sana tidak menggoreng, menggunakan nama saya seperti saya yang main robot trading atau menipu,” jelasnya.
Sementara itu, diketahui selain Atta Halilintar ada empat public figure lainnya yang dilaporkan yaitu Taqy Malik, Adri Prakarsa, Kevin Aprilio, dan Mario Teguh.
Disebutkan ada 230 korban dalam penipuan robot trading Net 89 ini.
M Zainul Arifin, kuasa hukum para korban mengatakan total ada 134 orang yang dilaporkan, selain public figure ada tujuh orang founder, lima orang CEO, 37 orang leadernya, dan 51 orang exchanger.
“Atta Halilintar diduga lelang bandananya Rp2,2 miliar dari foundernya Net89, Reza Paten. Kemudian Taqy Maliq dia menerima dari lelang sepeda Brompton Rp700 juta diduga TPPU Pasal 5,” jelas Zainul, kemarin, Rabu (26/10/2022).
Editor : Nyoman Suarna