Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Nyinyir ke Jokowi, Awbimax Reborn Dislepet Niluh Djelantik

I Komang Gede Doktrinaya • Senin, 8 Mei 2023 | 21:37 WIB
Photo
Photo
JAKARTA, BALI EXPRESS — Senjata makan tuan, Sosok TikToker Awbimax Reborn kini malah menuai kecaman gegara kontennya yang mengomentari kendatangan Presiden Jokowi ke Lampung.

Kedatangan Presiden Jokowi ke Lampung itu dipicu konten yang dibuat Awbimax Reborn atau Bima Yudho tentang rusaknya infrastruktur jalan di Provinsi Lampung.

Dalam unggahannya itu, Bima Yudho menyoroti kedatangan Jokowi ke Lampung yang menggunakan mobil Mercedez Benz berplat Indonesia 1.

Saat itu, mobil kepresidenan itu sempat nyangkut karena jalan yang rusak parah. “Iya, katanya mobilnya si Pak Jokowi keplater tuh di Lampung,” buka Bima dalam video yang diunggah di akun TikToknya.

Bima menyarankan agar orang nomor satu di Indonesia itu datang ke Lampung dengan mengendari mobil bak terbuka sekaligus membawa beras. “Lagian ke Lampung bawa Mercy. Ke Lampung tuh naiknya Fortuner. Kalo gak ya L300 sekalian, sekalian muat beras,” ucap Bima.

Tak hanya mengomentari soal mobil Presiden Jokowi, Bima Yudho kemudian melontarkan kalimat nyinyir yang tak ada hubungannya dengan kunjungan Jokowi.

Menurutnya, Jokowi lebih baik melakukan aktivitas seperti menampi beras jika sudah tidak lagi jadi presiden. “Kan bentar lagi kelar nih. Udah selesai nih jadi presiden,” katanya.

“Timbang gabut, mending ngampas jagung, ngampas beras sama kaya Sri dan Juli. Bentar lagi mereka pensiun nih,” sambungnya.

Bima Yudho juga menyarankan agar Jokowi membuat grup WA dengan mereka, termasuk perempuan unik yang entah ditujukan kepada siapa. “Bikin grup WA sama mereka. Sekalian tuh si perempuan unik ajak kalau mau, sih. Nggak apa-apa kita chat-chatan aja. Lewat WA aja deh, WA,” tandasnya.

Ucapan Bima Yudho itu pun seperti jadi titik balik. Pasalnya, dari awalnya netizen simpati berubah jadi kecaman.
Bahkan hampir semua konten yang sudah ditonton hampir 500 ribu kali itu dipenuhi dengan kecaman dan cemooh.
Publik menilai, Bima Yudho tak seharusnya mengucapkan hal demikian.

“Jalan ud mulai diperhatikan, paling ngga makasih dlu laaah,” kecam Leo. Ini anak makin melonjak juga,” balas indahdewi910.

Ada juga netizen yang menyebut bahwa sejatinya Bima Yudho telah memperlihatkan sifat aslinya. “Sifat aslinya udah keliatan,” tulis rixiago0. “Bima ya Allah Bima….etitud ya bin yallah pak pres pk Jokowi…Uda belain kmu Bim.jd q kcwa,” ungkap masrifatulnuraziz.

Ucapan dan unggahan TikToker Awbimax Reborn atau Bima Yudho itu lantas ditanggapi desaigner internasional asal Bali Niluh Djelantik.

Menurutnya, ucapan Bima Yudho itu sudah kelewat batas dan tidak seharusnya dilontarkan. Niluh Djelantik juga melontarkan sindiran bahwa pendidikan memang penting, tapi adab jauh lebih penting.

Berikut ini tanggapan lengkap Niluh Djelantik atas unggahan Bima Yudho nyinyir kedatangan Jokowi ke Lampung:
Pendidikan memang penting. Tapi adab jauh lebih penting. Jika empati tertanggalkan di usia muda. Bisa dibayangkan kepahitan di masa tua.

Semua orang punya perjalanannya sendiri. Jauh sebelum anak ini ke luar negeri. Anak-anak Indonesia sudah banyak yang merantau, bersekolah, bekerja di LN. Rendah hati. Humble, menjadi inspirasi.
Kalau sekali mengkritik merasa diri hebat, lalu punya hak menghina kesana kemari, berarti ada yang keliru dan harus segera diperbaiki, sebelum terlambat.

Tak suka pada pejabat atau siapapun silakan. Kritik dan memberi masukan itu wajib, di awal mungkin terkesan kasar dan blak-blakan, tapi jika sudah begitu banyak yang menasihati maka introspeksilah. Karena orang yang kamu kritisi itu sedang menjalankan kewajibannya sebagai pelayan yang menghormati perjuanganmu.

Mau dia naik mercy kek, naik odong-odong kek, itu bukan point yang penting. Yang terpenting adalah DIA MENDENGAR dan menindaklanjuti. Perbaikan jalan membutuhkan banyak dana, sumbernya dari APBN, uang pajak rakyat.

Kritiknya dari kamu, uangnya dari kami. Jadi janganlah menjadi pembenaran untuk kamu menghina seseorang yang menjalankan tugasnya melayani ratusan juta rakyatnya.

Dan ingat, presiden yang kamu kritik itu pasti juga punya banyak orang yang menghormatinya. Kritis boleh. Adab dan hormat pada orang tua jangan kamu tanggalkan. Karena kritik tak akan jadi solusi tanpa ada yang turun ke jalanan mengerjakan. Yang jelas pakai uang bukan pakai daun.

Bertumbuhlah dewasa hingga suatu saat kamu paham, setiap detak langkah hidup dan kepentingan rakyat di negeri ini, semua tak akan pernah lepas dari keputusan politik. Ibu Niluh selalu mensupport kepedulianmu. Tapi tetap akan mengingatkan kamu kalau kamu keluar jalur. Demi kedamaianmu untuk tetap hormat pada mereka yang juga jalani perjuangan dengan cara mereka. (jpg/man)

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#Awbimax Reborn Dislepet #Nyinyir ke Jokowi #Niluh Djelantik