BALI EXPRESS - Kasus pembunuhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Muhamad Naufal Zidan (MNZ) oleh seniornya Altafasalya Ardnika Basya (AAB), Rabu(2/8) bikin gempar.
Duka mendalam juga menyelimuti keluarga, kerabat dan teman-teman Zidan.
Mereka pun menyampaikan duka yang mendalam pada akun media sosial Zidan.
Maklum, Zidan yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI jusrusan Sastra Rusia angkatan 2022, ini dikenal sebagai sosok baik dan berprestasi.
Regina, salah satu teman sekolahnya saat SMA menyebut almarhum adalah satu-satunya siswa yang berhasil diterima di UI melalui jalur SNMPTN.
“Dulu sempat bikin heboh satu SMA karena keterima UI jalur SNMPTN,” ucapnya saat dihubungi JawaPos.com melalui DM Instagram, Minggu (6/8)
Kehebohan itu terjadi karena sepanjang sejarah SMA-nya belum pernah ada yang bisa berkuliah di UI. Apalagi melalui jalur SMNPT yang menggunakan seleksi berbasis rapot.
Saat menempuh pendidikan SMA, Zidan merupakan siswa kelompok belajar cepat
“Jadi dia lulus 1 tahun lebih cepat, bisa dibilang akselerasi gitu dan jumlah akselerasi di sekolah saat itu sekitar 30 orang termasuk Zidan,” tukasnya.
Dengan prestasi yang luar biasa di sekolahnya tersebut, Zidan yang merupakan alumni SMAN 1 Probolinggo, Jawa Timur, ini pun berhasil ditermia di UI.
Seperti diketahui, UI adalah salah satu kampus ternama di Indonesia. Banyak yang mimpi kuliah di sana, tapi tidak bisa.
“Dulu Zidan jurusan IPS, kebanyakan teman-teman di IPS banyak yang tertarik pada bahasa asing, sepertinya lingkungan yang seperti itu juga memengaruhi Zidan untuk mendalami bahasa asing (Rusia),” ungkap Regina.
Kemampuan bahasa Rusia Zidan bisa dilihat dari akun media sosialnya. Dia beberapa kali menunjukkan kemampuan berbahasa Rusia dengan fasih.
Selain bahasa Rusia, Zidan juga fasih menggunakan bahasa Inggris.
Editor : I Putu Suyatra