BALI EXPRES- Kunjungan bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo ke kediaman Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Minggu (13/8) disambut positif netizen.
Netizen yang membuka unggahan Ganjar ketemu dengan istri Gus Dur, Nyai Sinta Nuriyah langsung disambut berbagai komentar menarik.
Beberapa menyampaikan doa semoga Ganjar dan Nyai Sinta Nuriyah selalu diberi kesehatan.
Desiana_andriany berkomentar ‘semua merapat ke ono gpp yang penting Pak Ganjar tetap silaturahmi sama para ulama, priyayi, sMoga restu semesta yang didapat tidak perlu koallisi yang tidak bermanfaat”.
Ada lagi dari 16syhendra “Pak Ganjar emang deket dgn ulama NU yang hebat. Makanya, setiap berkunjung atau silaturahmi selalu ada cerita”.
Ganjar dalam keterangannya, mengatakan banyak hal yang disampaikan saat bertemu Nyai Sinta Nuriyah khususnya tentang almarhum Gus Dur.
"Pertama, terkait hukum, seperti diceritakan Gus Dur dalam tulisannya, hukum positif yang berlaku di Indonesia telah mengakomodasi aspek penting dalam hukum Islam atau syariat di dalamnya, yaitu ketahanan (deterrence)," kata Ganjar dalam keterangannya, Minggu (13/8) dikutip dari Jawapos.
Menurut Gubernur Jawa Tengah itu, hukum positif ke depan perlu adil dan bisa ditegakkan tanpa pandang bulu, seperti yang dicita-citakan Gus Dur dan Wahid Hasyim.
"Bukan tumpul ke bawah dan tajam ke atas, kemudian menjadi kunci keberhasilan negara atas rakyatnya. Dalam hal ini, adalah mewujudkan baldatun thoyibatun wa rabun ghofur," ucap Ganjar.
Ganjar dalam pembicaraan dengan Sinta juga mengakui sempat tidak memahami maqashidu syar’iah atau maksud-maksud hukum Islam. Namun, dari tulisan dan pemikiran Gus Dur dapat mengetahuinya.
"Unsur hifzul mal (menjaga harta), hifzul nafs (menjaga jiwa), hifzul din (menjaga agama), hifzul aql (menjaga akal), dan hifzul nasl (menjaga keturunan)," papar Ganjar.
"Semua unsur itu seperti diungkapkan Gus Dur yang menjadi dasar ulama-ulama NU, termasuk Kiai Wahid Hasyim," sambungnya.
Baca Juga: Jadi Tersangka Pencabulan Terhadap Muridnya, Oknum Guru di Bali Terancam Penjara 15 Tahun
Ganjar pun mengaku bangga, jika disebut santri Gus Dur karena gagasan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) itu sesuai untuk bangsa.
"Sejak lama, kalau ada orang tanya, saya sering dengan bangga mengaku sebagai santri Gus Dur karena saya merasa gagasan Gus Dur memang tepat untuk bangsa ini dan saya jadikan landasan dalam mengemban setiap jabatan politik yang diamanahkan kepada saya, bahkan makin kemari seluruh gagasan Gus Dur makin relevan," ungkap Ganjar.
Ganjar pun mengatakan, kedatangannya ke kediaman Sinta Nuriyah sebagai bentuk sowan dari santri kepada istri dari ulama yang dikagumi.
"Dengan harapan bisa mendapat doa, dukungan dan ijazah, sehingga perjuangan saya sebagai santri yang alhamdulillah dipercaya menjadi bakal calon presiden, bisa tetap selaras dengan gagasan-gagasan Gus Dur Bisa ma’tsur atau nyambung sanadnya," imbuh Ganjar.(*)