BALI EXPRESS - Basuki Hadimuljono Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sedang hangat dibahas oleh masyarakat. Aksi kocaknya diberbagai momen mampu mencuri perhatian publik.
Berikut profil dan perjalanan karier Pak Bas sapaan karibnya hingga diangkat menjadi Menteri PUPR pada Kabinet Indonesia Maju pada era Presiden Joko Widodo.
Sebelum diangkat menjadi Menteri PUPR tahun 2019, Pak Bas lebih dulu menjadi PNS di isntansti Pekerjaan Umum (PU).
Ia mengabdi selama hampir 31 tahun di Instansi PU. Ia dikenal sebagai seorang pekerja lapangan yang sangat menguasai medan pekerjaannya.
Kepiawaiannya dalam bidang tersebut membuat karier di PU berjalan dengan sukses, dan akhirnya ia menjadi salah satu menteri dalam kabinet Joko Widodo yang berasal dari kalangan birokrat.
Basuki dilahirkan di Surakarta, Jawa Tengah, pada tanggal 5 November 1954.
Ia merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, dan ayahnya seorang tentara Angkatan Darat, sehingga membuat tempat tinggalnya sering berpindah-pindah mengikuti tugas sang ayah.
Karier Basuki terus berkembang di instansi tersebut. Ia bahkan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi magister dan doktor di Colorado State University, Amerika Serikat.
Pada usia 35 tahun, ia meraih gelar magister, dan pada usia 38 tahun, ia meraih gelar doktor. Selama ini, ia terus meniti karier di instansi pekerjaan umum sebagai PNS.
Pada usia 41 tahun, Basuki diangkat sebagai pegawai teladan departemen pekerjaan umum.
Ia menduduki berbagai posisi penting, seperti Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum, dan mencapai puncak karier sebagai Direktur Jenderal Penataan Ruang di Kementerian Pekerjaan Umum.
Tak hanya di instansi pekerjaan umum, pada masa pemerintahan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Basuki juga dipercaya untuk menjadi bagian dari berbagai tim penanggulangan masalah, seperti lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, rehabilitasi pasca-tsunami Aceh, kerawanan pangan di Yahukimo – Papua, dan perbaikan jalan tol Purbaleunyi di Bandung, Jawa Barat.
Tugas-tugas lapangan tersebut berhasil dilaksanakan dengan baik oleh Basuki, yang terkenal sebagai seorang pekerja lapangan dan bukan tipe orang yang hanya duduk di belakang meja.
"Kerja saya rock and roll, susah libur, kalau soal libur buat Kabinet ini cukup barang mewah.Tapi kalau libur, saya malah bingung. Sesaat ada kesempatan Saya main drum yang jadi kesukaann saya," tulisnya di akun instagram Pak Bas @basuki_hadimuljono.
Profil Menteri PPUPR Basuki Hadimuljono
Nama : Dr. Ir. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc
Jabatan : Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Tempat/Tahun Lahir : Surakarta/1954
Pendidikan Formal
• Teknik Geologi, Universitas Gajah Mada, 1979
• Master of Science, Civil Engineering Colorado State University, USA, 1989
• Doctor of Philosophy, Civil Engineering, Colorado State University, USA, 1992
Riwayat Jabatan
• Proyek Pengembangan Air Tanah Jawa Tengah (1981-1984)
• Proyek Pengembangan Air Tanah Nusa Tenggara Timur (1985-1993)
• Pimpro Induk Pengelolaan Wilayah Sungai (PWS) Ciliwung Cisadane (2000-2001)
• Direktur Wilayah Tengah, Ditjen Sumber Daya Air (2001-2002)
• Kepala Biro Perencanaan & Kerjasama Luar Negeri, Sekretariat Jenderal (2002-2003)
• Direktur Jenderal Sumber Daya Air (2003-2005)
• Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (2005-2007)
• Inspektur Jenderal (2007-2013)
• Direktur Jenderal Penataan Ruang (2013-2014)
• Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (2014-Sekarang)
Tugas Khusus Nasional
• Deputi Operasi Pengembangan Lahan Gambut (PLG ) 1 Juta hektar di Kalimantan Tengah (1997 – 1998)
• Ketua Kelompok Kerja SDA Rehabilitasi Pasca Tsunami Aceh (2004 - 2005)
• Ketua Tim Independen Penanggulangan Kerusakan Jalan Tol Purbaleunyi (2006)
• Anggota Tim Nasional Penanggulangan Kerawanan Pangan Yahukimo – Papua (2006)
• Ketua Tim Nasional Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (2006 - 2007)
• Penanggung Jawab Infrastruktur Asian Games 2018 (2015 - 2018)
Keanggotaan Organisasi Profesi
• Anggota Dewan Pakar Persatuan Insinyur Indonesia (PII) (2005 – Sekarang)
• Anggota Dewan Pakar Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) (2008 – Sekarang)
• Ketua BSA Himpunan Ahli Teknik Hidrolik (HATHI)
• Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Commision on Irrigation and Drainase – Indonesia (2007 – Sekarang)
• Presiden Network for Asia River Basin Organization (NARBO) (2003-2005,2005-2007)
• Senior Advisor Network for Asia River Basin Organization (NARBO) (2007-sekarang)
• Ketua Umum Keluarga Alumni Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (KATGAMA) (2005 – 2007)
• Vice President International Commission on Irrigation and Drainage (ICID) (2013 – 2015)
• Ketua Umum Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (PERGATSI) (2015 – Sekarang)
• Ketua Umum Persatuan Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) (2017 – Sekarang)
Tanda Penghargaan
• Piagam Penghargaan Pegawai Teladan Departemen Pekerjaan Umum (1995)
• Penghargaan Dharma Widya Argya Dalam Menyumbangkan Ilmu Pengetahuan Untuk Kemanusiaan di Bidang Kebencanaan (2015)
• Penghargaan The Asean Federation of Engineering Organization (AFEO) (2016)
• International Lifetime Contribution Award dari Japan Society of Civil Engineering (JSCE) (2017)
• Perekayasa Utama Kehormatan (PUK) Bidang Infrastruktur dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) (2017)
• Ganesha Praja Manggala Bakti Adiutama dari Institut Teknologi Bandung (ITB) (2017)
• Penghargaan Tokoh Perubahan dari Republika (2018)
• Bintang Bhayangkara Utama dari Kepolisian Republik Indonesia (2018)
• Anugrah Herman Johannes Award dari Universitas Gadjah Mada (2018)
Prestasi Inovasi Teknologi/Kerekayasaan Bidang Sumber Daya Air (Pengelolaan Sumber Daya Air)
• 9 Bendungan diselesaikan (Payaseunara, Nipah, Bajulmati, Jatigede, Titab, Rajui, Teritip, Raknamo dan Tanju)
• 49 Bendungan kini sedang dikerjakan secara paralel
• 860.015 ha Jaringan irigasi baru dibangun
• Lebih dari 1.000.000 ha rehabilitasi jaringan irigasi
Prestasi Inovasi Teknologi/Kerekayasaan Bidang Konektivitas (Jalan dan Jembatan)
• Pengoperasian 132,2 km tol baru pada tahun 2015; 44 km tol baru pada tahun 2016; 156,6 km tol baru pada tahun 2017; dan 110,3 km tol baru hingga Agustus 2018 (antara lain Akses Tanjung Priuk, Soreang – Pasir Koja, Pejagan – Pemalang, Kertosono – Mojokerto, Mojokerto – Surabaya)
• Penyelesaian Jembatan Bentang Panjang (Jembatan Merah Putih, Jembatan Pak Kasih Tayan, Jembatan Petuk, dan Jembatan Sigandul), Penyelesaian 4 flyover di Brebes mendukung Jalur Lebaran 2017 dan penyelesaian flyover Antapani dengan teknologi Corrugated Mortar Busa Pusjatan (CMP)
• Pembangunan 14 buah jembatan gantung
Prestasi Inovasi Teknologi/Kerekayasaan Bidang Perumahan & Permukiman (Peningkatan Kualitas Perumahan Dan Infrastruktur Kawasan Permukiman)
• Pembangunan SPAM Regional Umbulan (dimulai 2017)
• Renovasi dan pembangunan 33 venue di DKI Jakarta, Sumatera Selatan dan Jawa Barat
• Pembangunan 44.893 unit Rusun di seluruh Indonesia
• Pembangunan Perpustakaan Apung di Tambak Lorok Semarang, Jateng
• Pemanfaatan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) pada pembangunan sekolah di Aceh dan rumah di Lombok
• Pembangunan 473.165 unit Rumah Swadaya
• Pembangunan 22.358 unit Rumah Khusus