Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Danpomdam Jaya Nyatakan Video Penganiayaan Masykur Hoax, Keluarga Sebut Dikirim Pelaku

I Gede Paramasutha • Jumat, 1 September 2023 | 20:19 WIB
HOAX: Tangkapan layar korban Imam Masykur (kanan) dan Praka Riswandi Manik (kiri), soal kasus penganiayaan.
HOAX: Tangkapan layar korban Imam Masykur (kanan) dan Praka Riswandi Manik (kiri), soal kasus penganiayaan.

BALI EXPRESS - Video penganiayaan terhadap pemuda Aceh Imam Masykur yang dilakukan tiga prajurit TNI di dalam mobil menghebohkan masyarakat tanah air.

Namun Komandan Pomdam (Danpomdam) Jaya Kolonel Cpm Irsyad Hamdie Bey Anwar menyatakan video itu bohong alias hoax.

Pernyataan Danpomdam tersebut pun dibantah oleh keluarga Imam Masykur, Mukhsin Buchari.

Menurut Mukshin, video tersebut bukanlah hoax, karena rekaman penganiayaan korban dikirim langsung oleh pelaku Riswandi Manik dan komplotannya.

Baca Juga: Perkiraan Pemain Bali United vs PSIS Semarang, Head-to-Head, Prediksi Skor dan Fakta Jelang Pekan ke-11 

Hal ini dibeberkan melalui akun Instagramnya @ucinspiky.

"Sekarang ada yang mengatakan bahwa video yang tersebar adalah hoax,” ujar Mukhsin, dikutip Pojoksatu, Jumat (1/9).

“Perlu kami perjelas, bahwa tersangka meneror keluarga korban. Video penganiayaan di belakang dengan memar merah itu adalah video yang dikirimkan tersangka kepada keluarga korban," paparnya.

Apalagi, pelaku Riswandi Manik Cs mengirim video penyiksaan terhadap Imam Masykur memakai Hp milik korban.

"Tersangka memakai Hp milik Masykur. Setelah itu, dari Hp Masykur lah dikirimkan langsung ke keluarga Masykur," imbuhnya.

Baca Juga: AHY Batal Jadi Cawapres Anies Baswedan, Partai Demokrat Ungkap Fakta 

Pelaku bermaksud meminta tebusan uang Rp 50 juta agar cepat dikirim dengan memanfaatkan video yang dikirim memakai Hp korban.

Namun setelah beberapa saat, pelaku buru-buru menghapus video tersebut.

Hanya saja, pihak keluarga sempat menyimpan video tersebut sebelum dihapus oleh pelaku. Sayangnya, percakapan yang ada si Hp Masykur berhasil dihapus oleh pelaku.

Sebelumnya, video penganiayaan yang diduga menimpa Imam Masykur oleh anggota Paspampres viral di media sosial.

Akun Twitter @sasaput92617412 mengunggah video yang memperlihatkan korban dicambuk hingga luka-luka tersebut.

Baca Juga: MUI Nilai Konten Oklin Fia Bukan Penistaan Agama, Tapi Begini…  

Disebutkan, oknum yang diduga seorang Paspampres menganiaya Imam Masykur hingga meninggal dunia.

Lalu, video penganiayaannya dikirim oleh pelaku ke keluarga korban dengan tujuan meminta tebusan uang sebesar Rp 50 juta.

Dilansir Ayobandung, Danpomdam Jaya Kolonel Cpm Irsyad Hamdie Bey Anwar mengatakan, video tersebut bukanlah video penganiayaan yang melibatkan seorang anggota Paspampres terhadap Imam Masykur. Sehingga menyatakan video itu hoax.

Editor : Nyoman Suarna
#Danpomdam Jaya #video #masykur #hoax #penganiayaan