BALI EXPRESS- Pelawak legendaris dari panggung Srimulat asal Surabaya, Eko Kurniawan Untoro yang lebih dikenal dengan Cak Eko Londo atau Eko Londo, meninggal dunia Jumat, 24 November 2023 sekitar pukul 7.30.
Eko Londo mengembuskan napas terakhirnya setelah sempat dirawat di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya akibat kecelakaan.
Eko Londo mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor pada 26 Oktober 2023. Kecelakaan ini terjadi di Jalan Soetomo, Surabaya.
Ia langsung dilarikan ke IGD rumah sakit dengan kondisi tak sadarkan diri. Saat itu, Eko Londo mengalami luka robek di pipi kanannya. Ia juga mengalami lecet di bahu.
Baca Juga: Paon dan Loloh Cemcem Penglipuran Bali Tercatat sebagai Kekayaan Intelektual di Kemenkumham RI
Pada 3 November 2023, pelawak ini masih mengalami kondisi kritis dan belum sadarkan diri.
Menurut penjelasan dari Dr. Pandu Wicaksono, spesialis bedah saraf RSUD Dr. Soetomo, kondisi Eko Londo saat masuk ke IGD sudah dalam kondisi kesadaran yang sangat turun dan termasuk mengalami gegar otak.
Dari hasil pemeriksaan, Eko Londo terdeteksi mengalami pendarahan di otak karena benturan kepala. Pendarahan ini diketahui masih relatif kecil.
Hingga pada akhirnya, Cak Eko Londo mengembuskan napas terakhirnya di usianya yang menginjak 66 tahun. Ia dimakamkan di kompleks Kembang Kuning, pemakaman Islam, Surabaya.
Kabar meninggalnya Cak Eko Londo dibagikan oleh sahabatnya melalui media sosial TikTok.
“Innalillahi Wainnailaihi Rojiun, telah berpulang saudara kita Eko Kuncoro/Cak Eko Londo pagi ini 07.30,” tulis Cak Suro, sahabat Cak Eko Londo.
Putri bungsu Cak Eko Londo, Herlina Puspitasari, mengatakan bahwa jarak makam Cak Eko Londo dengan ibundanya, Andreana Helena Kohen, tak jauh lokasinya.
“Kalau nenek atau ibu dari almarhum di kompleks pemakaman Kristen, untuk bapak (Cak Eko Londo) di pemakaman islam. Sama-sama di kompleks Kembang Kuning Surabaya,” ujar Herlina.
Putri bungsu Eko Londo ini mengungkap bahwa semasa hidupnya, bapaknya itu tidak pernah memiliki permintaan khusus harus dimakamkan di mana.
Pelawak legendaris ini asli dan lahir di Kembang Kuning Kulon, maka juga dimakamkan di Kembang Kuning.
Dengan meneteskan air mata, putri bungsunya itu mengatakan bahwa hal yang tidak bisa dilupakan dari almarhum bapaknya adalah sosok yang tidak pernah merasa lelah untuk mengantar dan menemani putrinya kemana saja.
Mendiang mengatakan pada putrinya bahwa ia malah akan merasa lelah saat harus berdiam diri di rumah saja.
Seluruh keluarga, teman, dan sahabat terdekatnya merasa kehilangan sosok yang dekat bagi mereka. Seorang pelawak sekaligus anggota keluarga yang ceria. (*)
Editor : I Made Mertawan