Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Terkuak! Fakta-fakta di Balik Ledakan Gudang Peluru Milik TNI di Bekasi

Nyoman Suarna • Minggu, 31 Maret 2024 | 19:21 WIB
LEDAKAN: Sejumlah fakta tekuak di balik ledakan gudang peluru milik Kodam Jaya di Area Gunung Putri, Bekasi, pada malam Sabtu (30/3).
LEDAKAN: Sejumlah fakta tekuak di balik ledakan gudang peluru milik Kodam Jaya di Area Gunung Putri, Bekasi, pada malam Sabtu (30/3).

BEKASI, BALI EXPRESS  - Sebuah gudang peluru miliki Kodam Jaya di Area Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang berdekatan dengan Kota Bekasi, mengalami ledakan dahsyat.

Ledakan dahsyat di gudang peluru tersebut terjadi Sabtu (30/3) malam.

Melalui beberapa video yang beredar di media sosial, tempat kejadian kebakaran tersebut diidentifikasi sebagai gudang peluru yang dikelola oleh Batalyon Artileri Medan (Armed) 7.

Dalam beberapa rekaman video terlihat api membara menjulang tinggi. Selain itu terdengar suara ledakan.

 Baca Juga: Kecerdasan Buatan Jadi Strategi BRI Humanisasi Layanan Perbankan Digital

Penduduk yang berada di sekitar lokasi kebakaran terlihat panik.

Terkait  kejadian tersebut Panglima Kodam Jaya, Mayor Jenderal M Hasan menyebutkan bahwa ledakan diduga terjadi akibat reaksi kimia dari amunisi yang tidak stabil karena telah melewati masa kadaluarsa.

"Namun kami dapat memastikan bahwa sistem pergudangan di Kodam Jaya, termasuk gudang ini, telah sangat aman," ujar Hasan dalam konferensi pers di sekitar lokasi kejadian, Sabtu (30/3).

Hasan menjelaskan bahwa sistem pergudangan tersebut telah diatur sedemikian rupa karena berada di dalam bunker dan dilapisi dengan tanggul-tanggul untuk melindungi apabila terjadi ledakan ke samping.

Meski demikian, katanya, peluru tersebut masih bisa menyebar secara vertikal ke beberapa tempat.

"Namun kami memastikan bahwa prosedur dan sistem ini telah dirancang sedemikian rupa sehingga jika terjadi ledakan seperti ini, diperkirakan akan aman," jelasnya.

Hasan menjelaskan bahwa berdasarkan analisis yang telah dilakukan, kejadian tersebut disebabkan oleh amunisi yang telah melewati masa kadaluarsa.

Ia menjelaskan bahwa gudang amunisi nomor 6 yang terbakar kemudian meledak berisi amunisi-amunisi yang sudah kadaluarsa.

Amunisi tersebut berasal dari pengembalian dari berbagai satuan yang dilayani oleh Kodam Jaya di seluruh wilayah Jakarta.

"Jumlah amunisi yang tersimpan di sana berkisar sekitar 160 ribu jenis amunisi dan bahan peledak," ujarnya.

Hasan menjelaskan bahwa amunisi tersebut sebenarnya telah diminta untuk dihapuskan sejak awal tahun ini.

Namun, proses penghapusan tersebut masih berlangsung, sehingga amunisi tersebut dikumpulkan terlebih dahulu dan diatur satu per satu.

Dari situlah, asap terbentuk dan menyebabkan kebakaran, serta ledakan yang diduga terjadi akibat reaksi kimia yang sangat tidak stabil dari amunisi yang sudah kadaluarsa tersebut.

Dia memastikan bahwa gudang tersebut tidak dilengkapi dengan sistem listrik atau komponen lain yang dapat menyebabkan kebakaran dari luar.

"Di dalam gudang itu tidak ada sistem listrik, tidak ada yang bisa menyebabkan kebakaran dari luar. Namun kemungkinan disebabkan oleh gesekan antara amunisi dan peledak yang tidak stabil sehingga menimbulkan asap dan ledakan," jelas Hasan.

Terkait kejadian itu, beredar informasi di kalangan masyarakat tentang adanya 15 korban jiwa akibat kejadian tersebut.

Namun, baik TNI maupun Polri belum dapat memverifikasi adanya korban tewas dalam kejadian tersebut.

Saat ini penyelidikan sedang dilakukan serta evakuasi wilayah sekitar Batalyon dan Penanganan Kebakaran serta ledakan amunisi.

Pangdam Jaya, Mayor Jenderal Mohamad Hasan, mengatakan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan ada korban jiwa.

"Kami telah memeriksa seluruh lokasi, tidak ada korban jiwa dalam jarak satu kilometer dari daerah pemukiman. Kami ingin menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa," ucap Hasan kepada wartawan pada hari Sabtu (30/3).

Fakta-fakta Kejadian Ledakan Gudang Peluru TNI di Bekasi:

Waktu Kejadian: Sabtu (30/3) malam

Lokasi: Gudang Peluru milik Kodam Jaya di Kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, berbatasan dengan Kota Bekasi

 Kronologi:

  1. Asap pekat terlihat membumbung tinggi dari lokasi kejadian.
  2. Terdengar suara ledakan yang menggelegar.
  3. Warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah.

Penyebab: Reaksi kimia munisi yang labil karena sudah kadaluwarsa.

Jumlah Munisi: Sekitar 160 ribu jenis munisi maupun bahan peledak.

Asal Munisi: Pengembalian dari berbagai satuan di wilayah Jakarta.

Proses Penghapusan: Dijadwalkan sejak awal tahun ini, namun masih berlangsung.

Sistem Pengamanan Gudang: Bunker dan tanggul-tanggul untuk menahan ledakan ke samping.

Korban Jiwa: Belum ada konfirmasi resmi. Kabar 15 korban jiwa belum dapat diverifikasi.

Evakuasi dan Penanganan:

  1. Evakuasi warga di sekitar Batalyon.
  2. Penanganan Kebakaran dan ledakan amunisi.

Pernyataan Pangdam Jaya:

 Tidak ada korban jiwa.

Editor : Nyoman Suarna
#gudang #tni #peluru #bekasi #ledakan #fakta